Dua Hotel Jadi ‘Wisma’ Embarkasi Haji Kediri, Begini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Hotel Fave jadi salahs atu yang diproyeksikan akan dijadikan sebagai hotel haji pada Embarkasi Dhoho 2027 nanti. (Foto Wahyu Adji)
Hotel Fave jadi salahs atu yang diproyeksikan akan dijadikan sebagai hotel haji pada Embarkasi Dhoho 2027 nanti. (Foto Wahyu Adji)

 

JP Radar Kediri – Dua hotel bakal diproyeksikan menjadi fasilitas pendukung saat pelaksanaan Bandara Dhoho menjadi embarkasi dan debarkasi haji tahun depan. Keduanya untuk fungsi berbeda.

 

Satu untuk ‘wisma’ jemaah calon haji. Sedangkan yang lain untuk petugas haji dan yang terkait

 

Nama dua hotel yang dipersiapkan juga sudah diketahui. Yaitu Hotel Grand Surya dan Hotel Fave. Yang menjadi tempat menginap bagi jemaah adalah Fave Hotel.

 

Hal itu diketahui setelah adanya visitasi dan rapat koordinasi antara manajemen Bandara Dhoho dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Saudia Airline, serta stakeholder terkait.

 

Baca Juga: Perlu Hotel Cadangan Antisipasi Pesawat Delay, Pemkab Kediri Banyak Belajar dari Embarkasi Jogjakarta

“Antara Hotel Fave dan Grand Surya semuanya dipakai,” terang Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesra Sukadi.

 

Namun, Sukadi menambahkan, skema tersebut belum benar-benar final. Masih perlu melalui peninjauan lebih lanjut. Sebelum nanti ditetapkan jadi keputusan.

 

Sebelumnya, pada 19 Agustus, Kemenhaj dan Saudia Airline melakukan visitasi ke Bandara Dhoho Kediri. Setelah itu giliran Kemenhaj melanjutkan survei ke Hotel Grand Surya dan Fave.

 

Dari kegiatan itu, dibahas skema bahwa Fave diproyeksikan menjadi lokasi akomodasi jemaah.

 

Sementara Grand Surya lebih diarahkan untuk petugas dan personel pendukung. Seperti petugas imigrasi, Balai Karantina, Bea Cukai, serta pihak lain yang terlibat dalam pelayanan keberangkatan.

 

Sukadi menjelaskan, Fave dipilih untuk jadi tempat transit jemaah karena dinilai lebih representatif daya tampungnya.

emBaca Juga: Perlu Hotel Cadangan Antisipasi Pesawat Delay, Pemkab Kediri Banyak Belajar dari Embarkasi Jogjakarta

 

Selain kapasitas kamar, aspek akses, area parkir, serta lokasi hotel yang berada di area jalur cabang Simpang Lima Gumul memudahkan pengaturan lalu lintas.

 

Sehingga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan lokasi akomodasi.

 

"Kalau di Grand Surya, lalu lintasnya nanti kan terganggu waktu haji. Itu butuh waktu sebulan. Kan enggak mungkin menutup jalan sebulan.

 

Jadi kalau di Grand Surya itu ketika jemaah sembilan sampai sepuluh bus harus standby terus, itu parkirnya yang sulit," dalihnya.

 

Kondisi tersebut berbeda dengan Fave yang memiliki area parkir lebih luas. Arus kendaraan dan mobilitas jemaah juga dinilai lebih mudah diatur.

 

 Termasuk kemungkinan rekayasa lalu lintas apabila dibutuhkan selama proses pemberangkatan.

 

Sukadi mengatakan, Fave dinilai mampu menampung sekitar 380 hingga 400 jemaah.

 

 Kapasitas tersebut dihitung berdasarkan simulasi penggunaan kamar dengan jumlah penghuni yang disesuaikan dengan tipe kamar.

 

Sementara itu, kebutuhan petugas yang harus berada di lokasi selama 24 jam juga telah diperhitungkan.

 

Di antaranya petugas kesehatan dan unsur Kementerian Haji dan Umrah. Sedangkan personel lain akan menyesuaikan dengan jadwal pelayanan.

 

“Di sana juga masih mampu untuk menampung petugas yang memang harus standby dengan jemaah selama 24 jam,” jelasnya.

 

Grand Surya kemudian diproyeksikan menjadi akomodasi bagi petugas pendukung. Selain imigrasi, karantina, dan bea cukai, kru pesawat juga berpeluang menggunakan hotel tersebut selama operasional penerbangan haji.

 

Meski demikian, Sukadi menegaskan bahwa penggunaan kedua hotel tersebut belum menjadi keputusan final.

 

 Rencana tersebut masih akan dilaporkan kepada Menteri Haji dan Umrah untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.

 

Dalam agenda berikutnya, Menteri Haji dan Umrah dijadwalkan melakukan peninjauan langsung, termasuk melihat simulasi kapasitas kamar apabila diisi tiga hingga empat jemaah.

 

Hasil peninjauan itu nantinya menjadi salah satu bahan untuk menentukan skema akomodasi yang paling sesuai.

 

"Kalau untuk kepastian masih menunggu keputusan pak Menteri," jelas Sukadi. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
hotel haji grand surya bandara dhoho kediri fave hotel embarkasi haji