JP Radar Kediri–Persiapan penerbangan jemaah haji melalui Bandara Dhoho tahun 2027 terus dimatangkan.
Kemarin, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan perwakilan maskapai Saudia Airlines melakukan survei kesiapan teknis dan nonteknis. Selain melihat sarpras bandara, mereka juga melihat langsung kesiapan bandara.
Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDhI) Maksin Arisandi dalam paparannya mengatakan, kesiapan penerbangan haji dari Bandara Dhoho sebenarnya sudah disampaikan kepada Kemenhaj saat mereka berkunjung 20 Desember 2025 lalu.
Namun, proses pengajuan ke Kemenhaj terlambat. Sehingga, Bandara Dhoho belum masuk dalam daftar bandara yang bisa melayani penerbangan haji pada 2026.
“Mau tidak mau Dhoho dikeluarkan dari list bandara (haji). Insyaallah 2027 baru (masuk bandara untuk penerbangan haji),” ujar Maksin.
Kepastian penerbangan haji di Bandara Dhoho kembali menguat setelah rapat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 1 Juli lalu.
Dalam pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, SDhI menanyakan peluang Bandara Dhoho melayani penerbangan jemaah haji. Dari hasil pembahasan disebut peluangnya mencapai 95 persen.
Hasil itu lantas disampaikan kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Pemkab pun memberikan dukungan penuh.
Baca Juga: Bandara Dhoho Siapkan Alur Pelayanan Jemaah, Matangkan Persiapan Operasional Embarkasi Haji
Salah satunya, dengan serius mengawal agar rencana keberangkatan jemaah haji dari Kediri pada 2027 dapat terealisasi.
“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan dirjen-dirjen haji, termasuk dengan komisi VIII DPR RI. Jadi untuk penerbangan haji, secara teknis dan nonteknis tidak ada kendala,” tegas Maksin.
Terpisah, Pemkab Kediri siap mendukung dari sisi infrastruktur. Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesra Sukadi memastikan, akses menuju Bandara Dhoho jadi salah satu perhatian.
Termasuk pembangunan akses tol Akses Bandara yang mempermudah akses Bolawen, Tiron yang dievaluasi secara berkala. "Setiap dua minggu sekali terus kami evaluasi," kata Sukadi.
Di sisi lain, rencana pembangunan Tol Kertosono-Kediri juga terus berprogres. Rekanan sudah melakukan lelang perencanaan.
Selanjutnya, pada triwulan kedua 2027 diharapkan sudah mulai lelang fisik. “Pembebasan lahan sudah mencapai lebih dari 90 persen dan menyisakan lahan tanah kas desa (TKD),” ungkap Sukadi.
Untuk diketahui, dalam survei kemarin, tim Kemenhaj dan perwakilan Saudia Airlines tak hanya mendapat paparan tentang Bandara Dhoho. Mereka juga mendapat gambaran tentang persiapan penerbangan haji.
Setelah mendapat penjelasan, mereka lantas berkeliling meninjau sejumlah fasilitas bandara. Mulai area kedatangan penumpang, ruang pelayanan hingga runway.
Selanjutnya, kemarin sore tim Kemenhaj melanjutkan survei ke sejumlah hotel yang disiapkan jadi bagian pelayanan jemaah haji.
Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh layanan jika Bandara Dhoho benar-benar melayani pemberangkatan haji tahun depan.
Terpisah, General Manager Bandara Udara Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan, visitasi kemarin dilakukan untuk melihat kesiapan dari berbagai aspek.
Mulai fasilitas terminal, sisi udara, pelayanan dan pergerakan jemaah, keamanan, ground handling, katering, hingga koordinasi antar-stakeholder juga dilihat.
Secara umum, menurut Rahmat Bandara Dhoho dinilai sudah siap mendukung penerbangan haji.
“Dari sisi infrastruktur, fasilitas, operasional, pelayanan penumpang, keamanan, serta dukungan stakeholder, Bandara Dhoho telah memiliki kesiapan yang diperlukan,” ujarnya.
Perwakilan Saudia Airlines, lanjut Rahmat, juga memberi respons positif usai melakukan peninjauan. Bandara Dhoho dinilai punya fasilitas dan sudah siap beroperasi mendukung penerbangan haji.
Adapun Kemenhaj tidak memberi catatan khusus. "Visitasi juga dilakukan secara terbagi dalam beberapa tim dan tidak hanya berfokus pada bandara, tetapi juga menyurvei aspek pendukung lainnya, seperti hotel dan akses menuju lokasi pelayanan jemaah," imbuh Rahmat.
Rahmat menambahkan, hasil visitasi menjadi kesempatan bagi pihak bandara untuk memperoleh masukan terkait standar pelayanan yang harus dipenuhi Bandara Dhoho.
“Ke depan, kami tinggal melakukan penguatan dan penyempurnaan pada aspek-aspek teknis sesuai hasil koordinasi dengan Kemenhaj dan pihak terkait,” tandasnya.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri