JP Radar Kediri – Masyarakat di wilayah Kediri dan sekitarnya diminta tetap waspada menghadapi kondisi cuaca pada pertengahan Agustus.
Meski peringatan dini cuaca untuk 15–17 Agustus 2026 menunjukkan nihil untuk hujan sedang-lebat, hujan lebat-sangat lebat, hujan sangat lebat-ekstrem, hujan petir, maupun angin kencang, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi dampak cuaca panas dan kondisi kering.
Informasi tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri melalui peringatan dini cuaca tiga harian. Pada 15, 16, hingga 17 Agustus, seluruh indikator peringatan dini tercatat nihil.
Artinya, tidak terdapat wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini untuk hujan sedang hingga ekstrem, hujan petir, maupun angin kencang berdasarkan informasi yang ditampilkan BMKG Kediri.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat bisa sepenuhnya lengah. BMKG Kediri mengingatkan sejumlah potensi yang perlu diantisipasi selama periode kemarau.
Waspadai Karhutla hingga Angin Kencang Mendadak
Dalam rekomendasinya, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, serta puting beliung yang dapat muncul secara mendadak setelah cuaca terik pada siang hari.
Kondisi kemarau juga membuat ketersediaan air perlu menjadi perhatian. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau melakukan penghematan penggunaan air sekaligus mengamankan cadangan air untuk menghadapi periode kering.
Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!
Di sisi kesehatan, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
Penggunaan masker juga dianjurkan ketika berada di lingkungan berdebu, sedangkan sunscreen dapat digunakan saat beraktivitas di luar ruangan.
BMKG Minta Warga Pantau Informasi Resmi
BMKG Kediri mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk terus memantau perkembangan informasi serta peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG, SMS blast BMKG-Komdigi, media sosial, berbagai kanal informasi BMKG, dan Call Center 196.
Jawa Pos Radar Kediri juga mterus memberikan pantauan cuaca yang terintegrasi dengan BMKG.
Dengan kondisi peringatan dini yang masih nihil hingga 17 Agustus, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, kewaspadaan terhadap cuaca panas, kekeringan, debu, kebakaran lahan, serta perubahan cuaca mendadak tetap diperlukan.
Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Radar Kediri