Radar Kediri – Aktivitas kegempaan masih tercatat di Gunung Kelud. Namun, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan laporan pengamatan periode 12 Agustus 2026, Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal.
Pos Pengamatan Gunungapi Kelud mencatat dua kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB.
Gempa tersebut memiliki amplitudo 1,5–4 milimeter, dengan waktu S-P 11,11–19,7 detik dan durasi 35–53 detik.
Sementara dari sisi visual, kondisi Gunung Kelud terpantau jelas. Tidak terlihat adanya asap kawah. Namun, danau kawah yang dipantau melalui kamera CCTV tertutup kabut.
Baca Juga: Pusat Vulkanologi Catat Banyak Gempa Tektonik Jauh, Begini Status Gunung Kelud
Suhu air danau kawah tercatat 29,16 derajat Celsius. Dari kondisi meteorologi, cuaca di sekitar Gunung Kelud dilaporkan cerah hingga berawan.
Angin bertiup lemah hingga sedang menuju utara, timur laut, dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 18–31 derajat Celsius, dengan kelembapan 56–66 persen.
Meski terdapat catatan gempa tektonik jauh, status Gunung Kelud belum berubah. PVMBG menetapkan Gunung Kelud masih berada pada Level I (Normal).
Masyarakat maupun wisatawan tetap diminta tidak mendekati kawah Gunung Kelud dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, masyarakat dan penambang di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Kelud diminta mewaspadai potensi lahar, terutama ketika terjadi hujan deras di kawasan puncak.
Baca Juga: Gempa Tektonik Jauh Mendominasi Aktivitas Gunung Kelud, Status Tetap Normal
Dengan status masih Normal, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan dan pemantauan informasi resmi tetap penting untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunungapi.
Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Kelud, laporan aktivitas periode 12 Agustus 2026. Magma Indonesia (PVMBG)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kelud, Radar Kediri