Pusat Vulkanologi Catat Banyak Gempa Tektonik Jauh, Begini Status Gunung Kelud

JP Radar Kediri – Aktivitas kegempaan masih tercatat di kawasan Gunung Kelud. Dalam periode pengamatan Senin (10/8), Pos Pengamatan Gunungapi Kelud mencatat empat kali gempa tektonik jauh.
Lantas bagaimana status gunung berapi aktif tersebut? Berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi Kelud periode 10 Agustus 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, empat gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 1,5–32 milimeter.
Sementara durasinya tercatat cukup bervariasi, yakni 98 hingga 1.250 detik, dengan selisih waktu tiba gelombang P dan S (S-P) antara 19,16–23,46 detik.
Meski gempa masih terjadi, kondisi Gunung Kelud hingga saat ini masih berstatus Level I atau Normal. Tidak ada perubahan status aktivitas gunungapi yang dilaporkan.
Bukan berarti Kelud akan erupsi
Yang perlu dicermati, gempa yang tercatat dalam laporan tersebut merupakan gempa tektonik jauh, bukan gempa vulkanik.
Artinya, data kegempaan tersebut belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud. Karena itu, kemunculan beberapa gempa tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda gunung akan segera erupsi.
Dari sisi visual, kondisi Kelud juga masih terpantau normal. Gunung terlihat jelas dan tidak teramati asap kawah.
Kamera CCTV menunjukkan Danau Kawah Kelud berwarna hijau dengan bualan air terlihat samar. Suhu air danau tercatat 29,16 derajat Celsius.
Kondisi meteorologi di sekitar gunung juga dilaporkan cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 19–30 derajat Celsius, dengan kelembapan 56–68 persen.



