JP Radar Kediri – Musim kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ikut berdampak terhadap sektor peternakan. Cuaca panas dan suhu udara yang tinggi membuat ayam rentan mengalami stres panas atau heat stress. Imbasnya, kesehatan hingga produktivitas ternak jadi menurun.
“Kemarau ini sangat berpengaruh. Apalagi tipe kandang kami open house. Jadi, ada perubahan cuaca sedikit saja bisa langsung dirasakan unggas,” aku Munif, peternak ayam broiler di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, kondisi panas sempat menyebabkan sejumlah ayam mati. Namun, kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan.
Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!
“Untungnya juga dari DOC atau bibitnya lumayan bagus, jadi nggak begitu banyak yang mati,” jelasnya.
Dampak kemarau juga dirasakan peternak ayam petelur. Berdasar pengakuan Rahman, yang juga berasal dari Kecamatan Plemahan, suhu udara yang panas membuat ayam mengalami penurunan nafsu minum. Sehingga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.
“Sangat berpengaruh. Ayam nggak mau minum karena udaranya panas. Kalau sudah begini kan otomatis kesehatannya menurun dan produktivitasnya menurun. Telur yang dihasilkan sedikit,” katanya.
Kondisi berbeda dirasakan Dedi, peternak ayam broiler asal Kecamatan Ngasem. Ia mengaku kemarau tidak terlalu memberikan dampak terhadap ayam yang dipeliharanya.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Kediri, Mayoritas karena Kelalaian Manusia Sendiri
Hal itu lantaran kandang yang digunakan merupakan tipe close house. Sistem tersebut memungkinkan suhu di dalam kandang diatur sesuai kebutuhan ayam dengan bantuan kipas dan teknologi pendukung lainnya.
“Alhamdulillah sejauh ini nggak berpengaruh,” pungkasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem perkandangan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan cuaca. Kandang open house cenderung lebih rentan terhadap perubahan suhu lingkungan, sedangkan sistem close house memungkinkan peternak mengontrol kondisi suhu di dalam kandang.
Baca Juga: Petani Kota Tahu Putar Otak Hadapi Kemarau Panjang Mulai Terapkan AWD dan Pupuk Organik
Editor : Andhika Attar Anindita