Gelombang Tinggi hingga 3,2 Meter Mengintai Perairan Selatan Jatim, Begini Prediksi BMKG Hingga 14 Agustus 2026

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Ilustrasi ombak tinggi. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi ombak tinggi. (Ilustrasi AI)

Radar Kediri – Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan selatan Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut mencapai lebih dari 3 meter di sejumlah perairan selatan Jatim pada periode 10–14 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi tinggi gelombang BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi paling perlu diwaspadai terjadi di kawasan perairan selatan Jatim. Gelombang diprakirakan berkisar sekitar 2,3 hingga 3,2 meter dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah Pacitan menjadi salah satu yang berpotensi mengalami gelombang tertinggi. Pada 13 Agustus, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,73–3,22 meter.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di perairan selatan wilayah lain. Pada periode tersebut, gelombang maksimum diprakirakan mencapai 3,20 meter di Trenggalek, 3,17 meter di Tulungagung, 3,16 meter di Blitar, serta 3,12 meter di Malang.

Sementara itu, perairan Lumajang berpotensi mencapai 3,05 meter, Jember 3,01 meter, dan Banyuwangi hingga 2,95 meter.

Baca Juga: Fenomena Angin Kencang Jelang Puncak Kemarau, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Kebakaran dan Penerbangan

Aktivitas Laut Perlu Ekstra Hati-Hati

Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi menyulitkan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil.

Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum berangkat.

Selain tinggi gelombang, kondisi angin dan cuaca juga perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan perubahan kondisi laut secara cepat.

BMKG juga mengingatkan bahwa keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang luas dan gelap dapat menambah angin serta tinggi gelombang. Karena itu, masyarakat pesisir maupun pengguna jasa transportasi laut perlu terus memantau informasi cuaca maritim terbaru.

Di wilayah yang lebih terlindung seperti Selat Madura dan sejumlah perairan utara Jatim, tinggi gelombang cenderung lebih rendah dibandingkan perairan selatan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya ketika terjadi perubahan cuaca dan angin.

Informasi tinggi gelombang tersebut berlaku 10–14 Agustus 2026 dan bersumber dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya.

Editor : Mahfud
Sumber : BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Radar Kediri
gelombang tinggi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya cuaca laut selatan nelayan