Tiga Titik Panas Terdeteksi di Kediri Raya, Bagaimana Dampaknya?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi titik panas.
Ilustrasi titik panas.

JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya.

Berdasarkan pembaruan pemantauan pada Rabu (5/8), tercatat tiga titik panas yang seluruhnya berada di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Dari total tiga hotspot tersebut, satu titik panas berada di wilayah Kota Kediri dan dua titik panas berada di Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, dan Trenggalek tidak terpantau adanya titik panas. Data BMKG menunjukkan hotspot di Kota Kediri berada pada koordinat -7.8529, 112.0427 dengan tingkat kepercayaan sedang.

Titik panas tersebut terdeteksi oleh satelit NOAA-20 pada 4 Agustus 2026 pukul 01.11 WIB. Sementara itu, dua hotspot di Kabupaten Kediri salah satunya berada pada koordinat -7.7968, 112.1436.

Titik panas tersebut juga memiliki tingkat kepercayaan sedang dan terdeteksi oleh satelit NOAA-20 pada 5 Agustus 2026 pukul 01.11 WIB. BMKG mencatat seluruh hotspot yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan sedang sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.

Baca Juga: El Nino Kian Menguat, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla Meningkat

Meningkatnya jumlah hotspot ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Jawa Timur. Kondisi cuaca yang cenderung kering membuat potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat, terutama pada lahan terbuka, semak belukar, maupun area pertanian yang mengering.

BMKG mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti telah dipastikan terjadi kebakaran, melainkan merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya.

Oleh karena itu, diperlukan pengecekan lapangan untuk memastikan penyebab munculnya titik panas tersebut. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, membakar sampah sembarangan, maupun membuang puntung rokok di area kering.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan sehingga risiko kebakaran tetap tinggi apabila tidak dilakukan langkah pencegahan sejak dini.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri, BMKG
titik panas hotspot BMKG kebakaran kemarau panjang