BMKG Catat Dua Titik Panas di Kediri Raya, Muncul di Kota dan Kabupaten Kediri, Begini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:30 WIB
MONITOR: Operator Pusdalops BPBD Kota Kediri Jaenal Arifin memantau titik panas melalui peta SipongiPlus yang menampilkan laporan secara realtime. (Foto: Ayu Isma/JPRK)
Ilustrasi titik panas. Operator Pusdalops BPBD Kota Kediri Jaenal Arifin memantau titik panas melalui peta SipongiPlus yang menampilkan laporan secara realtime. (Foto: Ayu Isma/JPRK)


JP Radar Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri mendeteksi dua titik panas (hotspot) di wilayah Kediri Raya pada Selasa (4/8).

Kedua titik panas tersebut berada di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, sementara lima daerah lainnya terpantau nihil hotspot.


Berdasarkan data BMKG, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, serta Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Adapun wilayah Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Nganjuk, Tulungagung, dan Trenggalek tidak terpantau adanya titik panas.


Hotspot pertama terdeteksi pada pukul 01.02.52 WIB di Kecamatan Pesantren dengan koordinat 112.04291 BT dan -7.85278 LS. Titik panas tersebut terpantau oleh Satelit NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan sedang.


Pada waktu yang sama, satelit NOAA-20 juga mendeteksi hotspot kedua di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, tepatnya pada koordinat 112.14299 BT dan -7.79679 LS. Titik panas ini juga memiliki tingkat kepercayaan sedang.

Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus ini: Awas Bencana Kekeringan!
BMKG menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan area di sekitarnya.

Keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan atau lahan, namun menjadi indikator awal yang perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan.


Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun hutan.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka, membakar sampah sembarangan, ataupun membuang puntung rokok di area kering yang mudah terbakar.


BMKG juga mengingatkan bahwa pemantauan hotspot dilakukan secara berkala menggunakan citra satelit untuk mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada periode musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi munculnya titik panas.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
titik panas hotspot BMKG kemarau kebakaran