Pelaku Vandalisme Situs Mbah Gleyor Terungkap: Diduga ODGJ, saat Ditanyai justru Tertawa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Pelaku yang diduga ODGJ diamankan. (istimewa)
Pelaku yang diduga ODGJ diamankan. (istimewa)

 JP Radar Kediri – Misteri pelaku vandalisme yang mencoret Situs Cikar Mbah Gleyor di Desa/Kecamatan Kandat akhirnya terungkap.

Hasil penyelidikan Polsek Kandat mengarah kepada seorang pria berinisial Da, 45, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat.

Pelaku diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Karena kondisi kejiwaannya, perkara tersebut tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Pelaku diserahkan ke balai rehabilitasi sosial untuk menjalani perawatan.

Kapolsek Kandat Iptu Abdul Azis mengatakan, penyelidikan bermula dari laporan vandalisme yang diterima polisi pada Jumat (31/7). 

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan menemukan Cikar Mbah Gleyor telah dicoret menggunakan cat hijau.

Coretan serupa juga ditemukan pada kereta jenazah di pemakaman umum Desa Kandat serta patung arca di kompleks makam keluarga. 

Baca Juga: Kereta Mbah Gleyor Penuh Gambar Orang-orangan, Situs di Desa/Kecamatan Kandat Kediri Jadi Sasaran Vandalisme

“Di lokasi ada tiga objek yang menjadi sasaran, yakni Cikar Mbah Gleyor, kereta jenazah di pemakaman umum, dan patung arca di makam keluarga Bani Soeres. Warna catnya identik sehingga diduga dilakukan orang yang sama,” ujarnya.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi, termasuk para juru pelihara makam.

Dari keterangan saksi, beberapa pekan sebelumnya mereka sempat melihat seorang pria yang diduga ODGJ mengecat kereta jenazah menggunakan cat hijau.

Namun saat itu warga tidak berani menegur karena pria tersebut membawa senjata tajam.

Keterangan tersebut menjadi petunjuk bagi petugas. Polisi kemudian berkoordinasi dengan perangkat Desa Sumberejo untuk mendata warga yang mengalami gangguan jiwa.

Dari hasil penyelidikan, identitas pelaku mengarah kepada Da.

“Saksi juru pelihara membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah orang yang mengecat situs maupun objek lainnya,” jelasnya.

Saat identitas pelaku telah diketahui, polisi sempat berupaya mengamankannya.

Namun, pria tersebut tidak berada di rumah maupun di lokasi yang biasa didatanginya. 

Pelaku baru berhasil diamankan pada Minggu (2/8) sekitar pukul 15.40 WIB setelah kembali datang ke area pemakaman umum Desa Kandat.

Baca Juga: Miris! Situs Kereta Mbah Gleyor di Kandat Kediri Dicoret Orang Tak Dikenal

Meski telah diamankan ke Polsek Kandat, polisi tidak dapat meminta keterangan karena pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Berdasarkan surat keterangan yang dibawa pemerintah Desa Sumberejo, Darminto memang merupakan ODGJ.

“Dari keluarganya diterangkan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi setelah ditinggal pacarnya. Sejak lama sering tidur di area kuburan,” kata Azis.

Kapolsek menambahkan, saat dimintai keterangan pelaku hanya tersenyum dan tidak mampu memberikan jawaban yang dapat dipahami.

Karena itu, motif vandalisme belum dapat diketahui secara pasti. 

“Ketika ditanya hanya senyum-senyum, tidak bisa memberikan keterangan yang jelas,” imbuhnya.

Setelah berkoordinasi dengan pemerintah desa, Da kemudian diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri.

Di lembaga milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang ada di Kecamatan Kras untuk menjalani pengobatan dan rehabilitasi.

Polisi juga menemukan cat hijau yang digunakan pelaku berasal dari sisa pengecatan Musala Nurul Huda yang berada satu kompleks dengan situs tersebut.

“Sesuai arahan Bapak Kapolres (AKBP Muhammad Wahyudin Latif, red), Polsek Kandat akan terus menjaga situs-situs yang ada di wilayah hukum Polres Kediri. Ini adalah komitmen kami dalam menjaga dan melestarikan peninggalan jaman dulu,” tegas Aziz. 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
polsek kandat vandalisme odgj situs