JP Radar Kediri – Memasuki musim kemarau, jumlah insiden kebakaran di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan. Kobaran api tidak hanya menghanguskan lahan dan semak belukar, tetapi juga rumah hingga bangunan usaha dengan kerugian yang mencapai miliaran rupiah.
Menyikapi kondisi tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi petugas saat terjadi kebakaran. Sebab, keterlambatan laporan kerap membuat api semakin sulit dikendalikan.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan, layanan pemadam kebakaran siap siaga selama 24 jam dan dapat diakses masyarakat tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: Tak Hanya Tangani Tiga Kebakaran dalam Sehari, Damkar Kabupaten Kediri Juga Dapat 'Bonus' Ini
“Masalahnya sering kali laporan baru masuk saat api sudah besar. Padahal kalau lebih cepat melapor, potensi kerugian bisa ditekan,” ujarnya.
Menurut Kaleb, sesuai standar operasional prosedur (SOP), petugas pemadam kebakaran ditargetkan tiba di lokasi maksimal 15 menit setelah laporan diterima. Karena itu, kecepatan masyarakat dalam melapor menjadi faktor penting untuk memperkecil dampak kebakaran.
Nomor layanan pemadam kebakaran juga telah disebarluaskan ke berbagai wilayah. Masyarakat dapat menghubungi pos Damkar terdekat, layanan Damkar Kabupaten maupun Kota Kediri, atau melalui perangkat desa setempat. Namun, pelaporan langsung ke petugas Damkar dinilai lebih efektif agar penanganan dapat segera dilakukan.
Kaleb mengungkapkan, masih ada warga yang enggan melapor karena khawatir harus membayar biaya pemadaman. Bahkan, tidak jarang petugas yang sudah bersiap menuju lokasi mendapat telepon susulan dari pelapor yang meminta pembatalan penanganan.
“Padahal layanan Damkar itu gratis. Masyarakat tidak perlu takut atau ragu untuk melapor,” tegasnya.
Ia menambahkan, operasional pemadam kebakaran telah dibiayai pemerintah melalui pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat. Karena itu, layanan tersebut memang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan bantuan saat keadaan darurat.
“Ya masyarakat bayar melalui apa? Dari pajak selama ini,” katanya.
Kaleb menyebut, salah satu kejadian dengan kerugian terbesar selama musim kemarau tahun ini terjadi di Kecamatan Plosoklaten. Kebakaran rumah di wilayah tersebut ditaksir menyebabkan kerugian hingga Rp 1 miliar. Selain itu, kebakaran kandang ayam di Kecamatan Kandat juga menimbulkan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Tak hanya menimbulkan kerugian materi, kebakaran pada musim kemarau tahun ini juga menyebabkan korban jiwa. Seorang warga di Kecamatan Mojo dilaporkan meninggal dunia saat membakar daduk tebu di lahan pertanian.
“Korban sebenarnya sudah diingatkan agar tidak membakar daduk tebu. Namun peringatan itu tidak diindahkan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia akibat luka bakar,” pungkasnya.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri