Warga Berburu Beras dan Telur Murah, GPM di Pagu Ramai Sejak Pagi

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:49 WIB
Warga membawa beras SPHP dari Gerakan Pasar Murah di Kantor Desa Menang (Diana Yunita/JPRK)
Warga membawa beras SPHP dari Gerakan Pasar Murah di Kantor Desa Menang (Diana Yunita/JPRK)

JP Radar Kediri – Pemkab Kediri kembali menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang berlangsung di Desa Menang, Kecamatan Pagu itu diserbu warga sejak pagi hari Rabu (22/7). Komoditas yang laris manis antara lain beras dan telur ayam ras.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pokok.

“Tujuan kegiatan ini untuk memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Budi Setia Kurniawan.

Baca Juga: Faktor Ini yang Membuat Bulog Pede Stok Beras di Daerah Ini Aman hingga 14 Bulan Mendatang

Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Mulai beras SPHP dari Bulog, gula pasir, telur, minyak goreng, hingga komoditas hortikultura. Seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Untuk beras SPHP, Bulog menyediakan sebanyak 400 kemasan ukuran 5 kilogram atau total sekitar 2 ton. Beras tersebut dijual Rp 57 ribu per kemasan atau setara Rp 11.400 per kilogram.

Menurut Budi, harga tersebut jauh lebih rendah dibanding harga beras di pasaran yang saat ini berkisar Rp 13.500 hingga Rp 15 ribu per kilogram.

“Selisihnya cukup lumayan. Karena itu biasanya beras menjadi salah satu komoditas yang paling dicari masyarakat,” katanya.

Baca Juga: 30 Menit, 360 Pouch Minyakita Ludes, Pemkot Kediri Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Pangan

Selain beras, gula pasir yang disediakan sekitar 300 kilogram juga menjadi buruan warga. Sementara minyak goreng yang dijual langsung dari distributor tersedia sekitar 40 hingga 50 karton atau sekitar 600 liter.

Komoditas lain yang ramai diminati adalah telur ayam. Produk yang dipasok langsung dari peternak melalui Perumda Canda Birawa itu dijual Rp 24 ribu per kilogram. Lebih murah dibanding harga pasar yang saat ini mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu per kilogram.

“Telur memang sedang naik karena permintaannya meningkat. Salah satunya dipengaruhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan,” jelas Budi.

Baca Juga: Waspadai Lonjakan Bahan Pokok, Pemkab Jaga Harga Stabil Lewat GPM

Sementara itu, Staf Perumda Canda Birawa Madum Fajar mengatakan pihaknya membawa 75 kilogram telur serta beras premium dan aneka tepung. Namun, beras premium dan tepung langsung habis terjual tidak lama setelah kegiatan dimulai. 

“Beras premium dan tepung habis sekitar pukul 09.00. Warga langsung memborong sejak pagi,” ucap Fajar.

Beras premium yang dijual dibanderol Rp 75 ribu untuk kemasan 5 kilogram. Sedangkan telur yang dibawa sebanyak 75 kilogram hanya tersisa sekitar 19 kilogram saat kegiatan belum genap berlangsung dua jam. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
pemkab kediri info kediri berita kediri gerakan pangan murah sembako murah Beras sphp