KEDIRI, JP Radar Kediri-Pertengahan Juli ini, sejumlah ruas jalan di Kota Kediri berubah menjadi cantik. Bunga tabebuya berwarna putih dan merah muda bermekaran di beberapa jalan protokol membuat Kota Kediri bak Negeri Sakura. Mengabadikan keindahan yang hanya bertahan selama beberapa minggu itu, tak sedikit masyarakat yang memilih swafoto di sana.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, bunga tabebuya di antaranya bermekaran di Jl Dhoho, Jl Mauni, Jl Kartini, Jl Pemuda, dan sejumlah ruas jalan lain yang sisi kanan dan kirinya ditanami bunga yang bentuknya mirip dengan bunga sakura itu.
Hastuti, 28, termasuk salah satu warga yang sengaja berhenti di Jl Mauni untuk berfoto kemarin. Perempuan asal Kandat, Kabupaten Kediri itu sengaja mengabadikan momen saat bunga-bunga cantik itu menghiasi Kota Kediri.
Baca Juga: Musim “Sakura” di Kediri? Yuk Kenalan dengan Bunga Tabebuya yang Sedang Bermekaran
“Lihat di sosial media seperti kayak di Negeri Sakura. Jadi coba ke sini untuk melihat dan ternyata benar sangat indah. Sayang kalau tidak mengabadikan foto,” katanya sambil tersenyum.
Meski bunga tabebuya selalu mekar setiap tahun, menurut Hastuti tahun ini mekarnya lebih sempurna. Banyak pohon yang bunganya mekar bersamaan. Karenanya, banyak yang tidak percaya jika bunga-bunga itu ada di Kota Kediri.
“Kalau tadi pagi belum begitu panas di sini ramai (orang foto). Sekarang semakin siang sepi. Mungkin nanti sore ramai lagi karena bagus kalau mau ambil foto atau video dengan suasana senja,” tuturnya.
Baca Juga: Ditinggal Kerja, Enam Tabebuya di Kras Digondol Maling
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, pohon tabebuya yang bermekaran itu sudah ditanam sejak tiga atau empat tahun yang lalu. Total ada sekitar 750 bibit pohon yang ditanambertahap selama beberapa tahun terakhir.
“Tabebuya mekar mengikuti siklus musim kemarau atau summer time,” kata Indun. Penanaman tabebuya di pinggir jalan Kota Kediri menurut Indun merupakan bagian dari program peremajaan pohon di sepanjang jalan protokol. DLHKP rutin mengganti pohon-pohon yang dinilai sudah merusak badan jalan dengan menanam pohon baru.
Setelah pohon baru tumbuh dan besar, mereka baru menanam pohon lama yang dianggap sudah terlalu tua dan berbahaya. “Peremajaan pohon di ruas-ruas jalan utama menjadi rutinitas kami sebelum melakukan penebangan pohon yang sudah besar dan berpotensi merusak badan jalan,” lanjutnya.
Baca Juga: Melihat Indahnya Bunga Tabebuya di Kawasan Simpang Lima Gumul
Keberadaan ratusan pohon tabebuya di Kota Kediri menurut Indun tidak hanya untuk menambah keindahan saja. Melainkan juga untuk menjaga ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Kediri.
Hingga Juli 2026 ini, menurut Indun luas RTH Kota Kediri baru mencapai sekitar 11 persen. “Artinya masih masih diperlukan penambahan sekitar sembilan persen untuk memenuhi target sebesar 20 persen,” tandasnya.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri