KEDIRI, JP Radar Kediri-Suasana haru memenuhi lapangan Yonif Mekanis 521 Kota Kediri kemarin sore. Ratusan personel yang baru pulang dari tugas pengamanan di Papua disambut isak tangis keluarga mereka. Tak terkecuali Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 521 Sari Rahadyan yang ikut menitikkan air mata saat menyambut suaminya.
Tiba sekitar pukul 16.00, sebanyak 450 personel langsung mengikuti upacara di lapangan tengah. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati ikut menyambut pasukan yang bertugas sejak Juli 2025 lalu itu.
Suasana haru dipenuhi isak tangis langsung terlihat saat pasukan diperbolehkan menemui keluarga yang menjemput. Hanya dalam hitungan menit, masing-masing anggota langsung berpelukan dengan anak dan istrinya setelah terpisah selama 13 bulan.
Baca Juga: Tangis Haru Sambut Kepulangan Satgas Yonif 521 Kediri usai Tugas di Papua
Termasuk di antaranya Sari Rahadyan yang tak lain istri Komandan Yonif 521 Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata. Matanya merah dan menitikkan air mata saat kali pertama menyalami suaminya yang pulang dari medan tugas. “Kami telah melaksanakan penugasan kurang lebih 13 bulan untuk menjaga keamanan di wilayah Papua,” katanya.
Selama 13 bulan bertugas di pedalaman, diakui Rahadyan banyak tantangan yang dihadapi pasukannya. Di antaranya, serangan ke pos TNI saat ada isu rasis dari siswa SMA. Isu tersebut lantas ditunggangi oleh kelompok OPM Front Politik atau KNPB. Akibatnya, warga pendatang dan pos TNI ikut terdampak.
“Alhamdulillah kami bisa selamatkan personelnya meskipun mengalami luka bakar dan luka panah,” kenangnya tentang peristiwa pada Oktober 2025 lalu itu.
Baca Juga: Massa Aksi di Sekitar Pemkab Kediri Bubar Setelah Kedatangan Pasukan dari Yonif 521
Tak hanya serangan pos, menurut Rahadyan pasukannya juga sempat mendapat nyamuk malaria. Lagi-lagi dia bersyukur karena 50 anggotanya yang terkena malaria bisa sembuh setelah rutin mengonsumsi obat dari dokter.
Meski baru kembali menginjakkan kaki di Kediri kemarin, anggota Yonif 521 harus bersiap mengikuti penugasan lagi. Sebab, tahun depan mereka akan kembali berangkat ke Papua untuk pengamanan lagi.
“Jumlah personelnya belum diketahui. Yang jelas setelah ini persiapan fisik dan latihan-latihan,” lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah keluarga yang kemarin menyambut kepulangan anggota Yonif 521 mengaku senang karena bisa berkumpul kembali. “Rasanya campur-campur. Ada sedihnya. Ada bangganya,” aku Lusia Adi, salah satu istri anggota Yonif 521.
Menjadi istri tentara, Lusia sadar jika dia harus siap ditinggal suaminya bertugas setiap saat. “Karena kami jadi ibu Persit itu kan sudah mulai awal disiapkan untuk mendampingi suaminya. Mendampingi suami itu dalam kegiatannya di sini, satgas di luar kesatuan,” ungkap Lusia yang biasa berperan ganda di rumah saat suami bertugas ke luar daerah.
Terpisah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang kemarin menyambut anggota Yonif 521 mengapresiasi keberhasilan pasukan dalam menjaga keamanan Papua. “Dibalik seragam yang dikenakan, ada keberanian, ada ketulusan, dan pengorbanan yang tidak selalu dilihat oleh masyarakat. Tentunya selama menjalankan penugasan di wilayah perbatasan banyak pengalaman yang diperoleh,” ujar Vinanda mengaku bangga dengan para prajurit Yonif 521 Kediri.
Editor : Hilda Nurmala Risani
Sumber : Radar Kediri