Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Membuat Wisatawan Enggan Kembali Berkunjung ke Gunung Kelud, Terkait dengan Soal Ojek

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 16 Juli 2026 | 12:54 WIB
TARIF MAHAL: Wisatawan menggunakan jasa ojek saat berkunjung ke Gunung Kelud. Dewan mendorong pemkab melakukan penataan ojek yang banyak dikeluhkan pengunjung.

 
TARIF MAHAL: Wisatawan menggunakan jasa ojek saat berkunjung ke Gunung Kelud. Dewan mendorong pemkab melakukan penataan ojek yang banyak dikeluhkan pengunjung.  (Foto Wahyu Adji)
 

JP Radar Kediri-Keluhan sejumlah masyarakat akan tarif ojek di Objek Wisata Gunung Kelud yang dinilai mahal, direspons oleh DPRD Kabupaten Kediri.

Mereka mendorong Pemkab Kediri melakukan penataan ojek. Serta, mencari solusi tentang tarif yang dianggap memberatkan itu. 

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri Masykur Lukman mengatakan, keluhan wisatawan tentang tarif ojek menuju puncak Gunung Kelud sudah banyak diterima dewan.

Termasuk saat mereka rapat dengar pendapat (RDP) dengan badan anggaran (banggar) DPRD.

Sebelumnya, tarif ojek dianggap masih murah. Namun, kenaikan tarif ojek membuat wisatawan berpikir ulang untuk berkunjung ke Gunung Kelud.

Padahal, gunung api aktif itu merupakan salah satu destinasi andalan Kabupaten Kediri yang berpotensi menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

"Persoalan ini sebenarnya sudah pernah kami sampaikan saat RDP Banggar. Wisatawan banyak yang mengeluhkan tarif ojek yang dianggap mahal. Dinas Pariwisata harus segera mengumpulkan paguyuban ojek untuk diajak duduk bersama mencari formulasi tarif yang lebih terjangkau," ungkapnya.

Selain tarif ojek, Masykur juga menyoroti kondisi akses jalan menuju kawasan wisata yang mulai mengalami kerusakan.

Dia meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung ke sana.

"Kelud harus segera ditata lebih baik. Tarif ojek jangan memberatkan wisatawan, kemudian jalan menuju lokasi juga harus segera diperbaiki. Kalau itu dilakukan, saya yakin Kelud tidak kalah dengan destinasi gunung lainnya karena pemandangan dan potensi wisatanya sangat bagus," tandasnya.

          Terpisah, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi mengatakan, penataan akses, termasuk pengaturan layanan ojek dan biaya yang harus dikeluarkan wisatawan harus jadi perhatian serius Pemkab Kediri.

Sebab, keluhan tentang mahalnya ongkos ojek maupun jauhnya jarak tempuh dengan jalan kaki berpotensi membuat wisatawan enggan kembali berkunjung.

"Kalau kawasan Kelud ditata dengan baik, akses dipermudah, kemudian biaya seperti ojek diatur agar tidak memberatkan wisatawan, saya optimistis Kelud bisa berkembang lagi. Kelud ini salah satu destinasi favorit di Jawa Timur, gunung aktif yang mudah dijangkau karena akses jalannya sudah bagus," jelasnya.

Budi juga mengingatkan jika Pemkab Kediri telah menggelontorkan investasi yang cukup besar untuk pembangunan fasilitas di kawasan Gunung Kelud.

Karenanya, menurut Budi seluruh fasilitas itu harus dimanfaatkan secara optimal agar mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

“Kuncinya sinergitas. Pemda dan masyarakat harus sama-sama menurunkan ego. Menemukan titik temu, kemudian menjalankan kesepakatan bersama agar minat masyarakat untuk kembali berwisata ke Kelud meningkat," tandas Budi meminta Pemkab Kediri dan masyarakat para tukang ojek untuk duduk bersama membahas masa depan Gunung Kelud. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
ojek kelud gunung kelud dprd kabupaten kediri