Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berkah Liburan, PAD Pariwisata Kediri Meroket: Tiga Minggu, Raup Retribusi Rp 0,5 M!

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:30 WIB

 

Ilustrasi Simpang Lima Gumul Kediri dipotret menggunakan drone. (wahyu adji)
Ilustrasi Simpang Lima Gumul Kediri dipotret menggunakan drone. (wahyu adji)

 

JP Radar Kediri-Momentum libur sekolah membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Kediri.

 

Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi penjualan tiket di lima destinasi wisata Pemkab Kediri meroket.

 

Dalam waktu sekitar tiga minggu saja bisa tembus Rp 500 juta. Pendapatan yang terkumpul mulai 22 Juni hingga 12 Juli itu naik hampir dua kali lipat, dibanding capaian periode 1-21 Juni yang hanya Rp 261,7 juta.

 

Data yang dihimpun dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, objek Wisata Besuki memberi kontribusi terbesar. Yakni sebesar Rp 148,85 juta. Disusul Ubalan Rp 124,61 juta, Gunung Kelud Rp 98,21 juta. Kemudian, Simpang Lima Gumul (SLG) Rp 55,36 juta, dan Sumber Corah Rp 7,93 juta.

Baca Juga: Pemkab dan Dewan Kabupaten Kediri Godok Aturan Usaha Hiburan, Dukung Pariwisata dan Aerotropolis

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, lonjakan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya promosi yang dilakukan pemerintah daerah.

 

Selain itu, peningkatan fasilitas wisata juga terus dilakukan agar pengunjung semakin nyaman.

 

"Promosi dan perbaikan fasilitas terus kita lakukan dan kebetulan berbarengan dengan momentum libur sekolah," ujarnya.

 

Tingginya kunjungan wisatawan di musim liburan, menurut Mustika merupakan hal yang wajar.

 

Sebab, pada periode tersebut mobilitas masyarakat meningkat. Termasuk wisatawan dari luar daerah. 

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata di Kediri, Alami Kenaikan hingga Lima Kali Lipat dari Biasanya

Libur sekolah juga dimanfaatkan keluarga untuk berwisata sebagai sarana rekreasi.

 

Sekaligus melepas kejenuhan anak-anak. “Momen liburan tetap dan pasti berbeda kalau dibanding hari biasa,” terangnya.

 

Meski demikian, disparbud tidak ingin pendapatan wisata hanya bergantung pada musim liburan saja.

 

Mereka mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi agar kunjungan tetap terjaga sepanjang tahun.

 

Salah satunya, dengan memperkuat konsep pengembangan destinasi melalui aksesibilitas, atraksi, amenitas, dan promosi.

 

Aksesibilitas menuju tempat wisata menurut Mustika sangat penting. Sehingga, masyarakat yang datang berkunjung merasa nyaman.

 

"Yang terus kita tingkatkan adalah aksesibilitas seperti jalan menuju lokasi wisata. Kalau sudah bagus, maka dipertahankan,” jelasnya.

 

Adapun untuk atraksi, Mustika mengaku menyiapkan banyak kegiatan yang menarik agar wisatawan tetap berkunjung ke Kabupaten Kediri di luar musim liburan.

 

 “Untuk amenitas atau fasilitas pendukung, kami akan berupaya meningkatkan. Baik dari persiapan toilet, restoran hingga hotel,” bebernya.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
Sumber corah wisata slg kelud besuki