Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gerojok Elpiji Melon 55,5 Ribu Metrik Ton: Hadapi Lonjakan Permintaan, Pemkab Kediri Pastikan Stok Aman

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:30 WIB
MASIH NORMAL: Warga melihat elpiji pangkalan di Desa Tulungrejo, Pare mengecek sisa stok elpiji di kiosnya. Hingga minggu pertama Juli ini belum ada lonjakan permintaan elpiji melon di sana. (Foto: Asad M.S)

 
MASIH NORMAL: Warga melihat elpiji pangkalan di Desa Tulungrejo, Pare mengecek sisa stok elpiji di kiosnya. Hingga minggu pertama Juli ini belum ada lonjakan permintaan elpiji melon di sana. (Foto: Asad M.S)  

 JP Radar Kediri–Menghadapi lonjakan permintaan elpiji di musim kemarau, Pemkab Kediri meminta masyarakat untuk tak khawatir dan melakukan panic buying.

Pasalnya, kuota elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram tahun ini mencapai 55.560 metrik ton (MT).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih mengatakan, hingga saat ini tidak ada indikasi kelangkaan elpiji subsidi di lapangan.

Tim dari disdagin rutin memantau dan melakukan sidak ke pangkalan dan pengecer. Terutama untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Monitoring dan sidak terus kami lakukan. Dari hasil pemantauan, stok elpiji tiga kilogram masih aman dan distribusinya berjalan normal,” ungkapnya.

Lebih jauh Tutik menyebut, Pemkab Kediri mendapat alokasi 55.560 MT atau setara 18,52 juta tabung. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima subsidi hingga akhir tahun.

Meski aktivitas masyarakat meningkat di bulan Sura yang biasanya berdampak pada konsumsi elpiji, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu pasokan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi apabila terjadi penurunan stok di pangkalan tertentu. Jika diperlukan, distribusi tambahan dapat segera dilakukan agar pasokan tetap terjaga,” lanjutnya.

Meski stok mencukupi, Tutik kembali mengingatkan bahwa elpiji bersubsidi hanya untuk masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

Baca Juga: Stok BBM dan Elpiji Subsidi di Level Aman, Ini Hasil Sidak Disperdagin Kota Kediri!

Karena itu, keluarga ASN, restoran besar, rumah makan skala besar, hingga kafe tidak diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi.

“Kami optimistis kuota yang ada sangat memadai. Yang terpenting penggunaannya tepat sasaran sehingga subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” tegasnya.

          Sementara itu, setali tiga uang dengan pernyataan Tutik, pengelola pangkalan elpiji menyebut stok elpiji mereka masih lancar.

Kukuh Awang Wijaya, salah satu pemilik pangkalan elpiji di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare menyebut pasokan dari agen tak tersendat.

“Pengiriman tetap sama, tidak ada penambahan maupun pengurangan. Konsumen juga masih normal,” ujarnya.

Dalam sepekan, dia biasa menerima tiga kali kiriman. masing-masing 65 tabung pada hari Senin, 40 tabung pada hari Kamis, dan 55 tabung pada hari Jumat.

Stok elpiji didistribusikan kepada pedagang kaki lima, rumah tangga, serta pelanggan tetap di sekitar wilayahnya. Harga jual di pangkalannya juga masih sesuai ketentuan. Yakni Rp 18 ribu per tabung.

(Permintaan) masih aman, sesuai biasanya,” jelasnya ditemui kemarin.

Meski belum ada lonjakan permintaan, Awang berharap pemkab memperketat pengawasan terhadap pangkalan yang menjual harga di atas ketentuan.

Sebab, praktik tersebut bisa memicu kenaikan harga di tingkat pengecer dan merugikan masyarakat. 

“Kalau ada yang nakal, pangkalan yang tidak tahu apa-apa jadi disalahkan juga,” tandasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kurang mampu #kabupaten kediri #elpiji #Stok Aman #Disdagin