JP Radar Kediri – Rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api (JPL 296) di Desa Janti, Kecamatan Papar, mendapat penolakan warga.
Perlintasan yang menghubungkan wilayah Janti-Minggiran tersebut dinilai menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kepala Desa Janti Didik Sujadmiko mengatakan, pemerintah desa sempat menerima surat dari PT KAI terkait rencana penutupan perlintasan tersebut.
Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Namun, rencana tersebut mendapat keberatan dari masyarakat karena perlintasan itu merupakan jalur utama yang digunakan warga untuk berbagai keperluan.
“Perlintasan ini sangat penting bagi warga. Setiap hari digunakan untuk akses menuju permukiman, lahan pertanian, hingga pemakaman,” ujarnya.
Menyikapi penolakan tersebut, Pemerintah Desa Janti kemudian melakukan koordinasi dan mediasi dengan pihak Daop 7 Madiun.
Dalam pertemuan itu, pemerintah desa menjelaskan kondisi di lapangan serta dampak yang akan ditimbulkan apabila akses ditutup secara total.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk tidak menutup perlintasan tersebut sepenuhnya. Sebagai solusi, akses masyarakat tetap dapat digunakan dengan sejumlah langkah pengamanan tambahan.
“Setelah koordinasi, pihak Daop 7 memahami bahwa perlintasan ini merupakan kebutuhan utama masyarakat. Karena itu akses tetap dibuka, namun desa diminta membangun portal untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” terang Didik.
Baca Juga: Jelang MPLS Proyek SR Kabupaten dan Kota Kediri Belum Selesai, Begini Penjelasannya
Menurutnya, keberadaan perlintasan tersebut tidak hanya menunjang aktivitas ekonomi warga. Tetapi juga menjadi jalur penting saat terdapat kegiatan sosial kemasyarakatan.
Salah satunya ketika ada warga yang meninggal dunia dan harus diantar menuju tempat pemakaman umum yang berada di seberang rel.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, masyarakat tetap dapat menggunakan akses perlintasan sebagaimana biasa.
Sementara aspek keselamatan di sekitar jalur kereta api juga akan terus ditingkatkan melalui pembangunan fasilitas pendukung yang telah disepakati bersama.
Editor : Andhika Attar Anindita