JP Radar Kediri – Museum Sri Aji Jayabaya terus berupaya meningkatkan minat kunjungan masyarakat. Khususnya generasi muda. Salah satunya melalui program Museum Passport.
Yaitu sebuah buku interaktif yang diluncurkan Kementerian Kebudayaan untuk mendorong masyarakat berburu stempel di museum dan cagar budaya di Indonesia.
“Pengunjung membawa buku Museum Passport, kemudian bisa mendapatkan stempel setiap berkunjung ke museum yang terdaftar. Tujuannya untuk mengajak masyarakat, terutama anak muda, lebih mengenal museum dan cagar budaya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi melalui Staf Bidang Sejarah dan Purbakala Ahmad Khudori.
Dia mengatakan Museum Sri Aji Jayabaya menjadi salah satu lokasi yang tergabung dalam program tersebut bersama Museum Airlangga.
Program tersebut mulai diperkenalkan pada pertengahan Juli. Buku Museum Passport dapat dibeli secara langsung maupun daring dengan harga Rp 89 ribu.
Baca Juga: Kunjungan Museum Sri Aji Jayabaya Membeludak, Dalam Sebulan Catatkan Lebih dari Seribu Pengunjung
Selain mengumpulkan stempel, pemilik buku juga berkesempatan memperoleh berbagai voucher dan keuntungan lain yang disediakan penyelenggara.
Menurut Khudori, antusiasme pengunjung mulai terlihat sejak program itu berjalan. Beberapa pengunjung sengaja datang untuk mengoleksi stempel sebagai bagian dari tantangan menjelajahi museum di berbagai daerah.
“Sudah ada beberapa pengunjung yang datang khusus meminta stempel. Ini menjadi daya tarik baru bagi museum,” kata Khudori.
Meski selama libur sekolah kunjungan rombongan dari sekolah mengalami penurunan, Museum Sri Aji Jayabaya tetap ramai didatangi pengunjung individu.
Mayoritas merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa yang membuat konten edukasi, vlog, maupun dokumentasi sejarah.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan museum menunjukkan tren positif. Dalam satu bulan, jumlah pengunjung bahkan bisa menembus lebih dari seribu orang. Pihak museum juga menerima banyak permintaan kunjungan dari sekolah-sekolah.
Saat ini Museum Sri Aji Jayabaya menyimpan sekitar 300 koleksi artefak. Sebagian besar merupakan peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Kediri.
Koleksi tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah Kediri lebih dekat.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri