Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tol Bandara Dhoho Kediri Bisa Difungsikan Desember, Dukung Operasional Embarkasi Haji Tahun 2027

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 7 Juli 2026 | 05:30 WIB
DIKEJAR DEADLINE: Pengerjaan proyek Tol Bandara di Simpang Empat Bulawen dikebut. Penyelesaian jalan bebas hambatan di ruas itu akan jadi penyokong operasional Embarkasi Dhoho tahun 2027 nanti. (Foto: Wahyu Adji)
DIKEJAR DEADLINE: Pengerjaan proyek Tol Bandara di Simpang Empat Bulawen dikebut. Penyelesaian jalan bebas hambatan di ruas itu akan jadi penyokong operasional Embarkasi Dhoho tahun 2027 nanti. (Foto: Wahyu Adji)

JP Radar Kediri- Berbagai persiapan untuk operasional Embarkasi Dhoho tahun 2027 nanti terus dikebut. Salah satunya akses jalan menuju ke bandara yang sempat jadi catatan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Berdasar evaluasi terbaru, akses Tol Bandara Dhoho akan difungsikan Desember tahun ini.

Untuk diketahui, dalam rapat dengan Kemenhaj di Surabaya minggu lalu, akses jalan memang jadi catatan khusus. Terutama di simpang empat Bulawen, Tiron, Banyakan yang masih sempit.

Asisten I Sekretariat Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, pembangunan tol akses bandara yang memperluas akses di Dusun Bulawen ditargetkan rampung pertengahan November.

Baca Juga: Siapkan Embarkasi Dhoho Kediri, Pemkab dan Kanwil Kemenhaj Akan Studi Tiru ke Kulonprogo untuk Petakan Alur Layanan Haji

Setelah pekerjaan fisik selesai, rekanan akan melakukan uji kelayakan sekitar dua pekan hingga satu bulan. Setelah itu, jalan tol akan dibuka atau dioperasionalkan.

"Komunikasi terakhir, pertengahan November sudah clear. Insyaallah pertengahan Desember sudah bisa difungsikan sebagai akses menuju bandara," ujarnya.

Sukadi mengakui, ruas Bulawen menjadi perhatian utama karena merupakan jalur yang menghubungkan kendaraan langsung menuju kawasan Bandara Dhoho. 

Setelah akses tersebut berfungsi, kendaraan tidak lagi melewati jalur lama. Sehingga mobilitas menuju bandara akan lebih lancar. 

“Kalau tolnya jadi, akses di area itu sudah tidak jadi masalah,” lanjutnya.

Baca Juga: Hotel Haji di Kediri Jadi yang Pertama se Indonesia, Kemenhaj Rencanakan Bangun 2027 untuk Dukung Embarkasi Dhoho

Jika Tol Bandara di Dusun Bulawen bisa selesai akhir 2026, untuk jalan tol akses bandara dari Kelurahan Semampir diperkirakan baru tuntas pada 2027.

Atau setelah musim haji selesai. Meski demikian, menurutnya penyelesaian ruas tersebut tidak menjadi syarat utama operasional Embarkasi Haji Kediri.

Sebab, akses menuju bandara melalui jaringan jalan nasional maupun provinsi dinilai sudah memadai. Jalur dari arah Tulungagung, Blitar, Trenggalek hingga Ponorogo sudah relatif lebar.

Demikian pula akses dari arah Nganjuk menuju Kediri yang dinilai tidak lagi jadi kendala.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tol akses bandara terus di kebut. Untuk akses jalan di simpang empat Bulawen, konstruksi tol juga sudah tersambung.

Baca Juga: Kebut Persiapan Embarkasi Bandara Dhoho Kediri: Pemkab Usulkan 6,5 Hektare Tanah untuk Bangun Penginapan, Begini Progresnya

Meski demikian ada sejumlah pekerja yang melakukan pekerjaan finishing. Mulai memasang penerangan jalan masuk ke area tol hingga memasang cor median jalan.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri juga menindaklanjuti rencana penggunaan Hotel Haji sebagai tempat transit jemaah tahun depan.

Sebelumnya, Hotel Grand Surya disebut-sebut menjadi salah satu hotel transit jemaah dengan kapasitas paling banyak dibanding hotel lain.Namun, Kemenhaj masih mempertimbangkan akses di pusat kota yang dianggap sempit untuk menampung rombongan haji.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Kediri Basyarudin mengatakan, dari hasil rapat bersama Kemenhaj di Surabaya, tinggal fasilitas penunjang bandara yang butuh kajian lebih lanjut. Terutama dari sisi penginapan untuk transit jemaah.

Baca Juga: Ini List dan Kapasitas Hotel di Kediri yang Berpotensi Dipakai Jemaah Haji yang lewat Embarkasi Bandara Dhoho Kediri 2027 Nanti

“Kita kan belum ada asrama haji. Nah, kemarin itu Hotel Grand Surya diusulkan. Setelah ditinjau dari kanwil, Grand Surya itu untuk menampung satu kloter sekitar 450 orang memang cukup. Tetapi akses busnya yang repot,” ungkap pria yang mengikuti peninjauan dan rapat bersama Kemenhaj. 

Karenanya, menurut Basyar, Kanwil Kemenhaj masih mengkaji ulang penginapan jemaah. Termasuk mempertimbangkan Fave Hotel di kawasan Simpang Lima Gumul sebagai lokasi transit jemaah dari berbagai daerah.

“Tetapi kalau di sana (Fave Hotel) itu terlalu terbuka kemarin penilaiannya. Jadi masih akan dikaji lagi,” tandasnya.

Terlepas dari beberapa kajian itu, Basyar menyebut Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf sudah menginstruksikan agar Embarkasi Dhoho harus mulai beroperasi 2027 nanti.

Sedangkan untuk fasilitas kesehatan penunjang, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan yang berada paling dekat dengan bandara sudah dinyatakan siap.

Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji, Pemkab Kediri Siapkan Lahan Khusus untuk Tujuan Ini

“Kalau di sana sudah cukup, sudah memadai. Kemarin juga dilihat kamarnya. Karena kan tidak semua jemaah akan masuk ke sana. Hanya rujukan kalau ada emergency, nanti langsung masuk ke sana,” beber Basyar.

Untuk diketahui, rencananya, embarkasi haji di Bandara Dhoho akan melayani jemaah haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur bagian selatan.

Dengan fasilitas bandara internasional yang dimiliki, yakni landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 60 meter, bandara ini bisa mengakomodasi pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300.

Targetnya embarkasi haji ini bisa melayani 26 kloter mulai musim haji 2027 nanti. (sad/ais/ut)

Editor : Andhika Attar Anindita
#embarkasi dhoho #haji 2027 #bandara dhoho #Kemenhaj #tol bandara dhoho