JP Radar Kediri – Ribuan warga memadati kawasan Wisata Sumber Ubalan, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Sabtu (4/7).
Mereka mengikuti tradisi Kebur Ubalan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Sura atau Tahun Baru Jawa.
Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dengan kirab gunungan hasil bumi hingga rebutan tumpeng oleh masyarakat.
Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Empat gunungan dan tumpeng diarak dari Balai Desa menuju Wisata Sumber Ubalan dengan diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anak-anak yang mengenakan busana adat Jawa.
Kepala Desa Jarak Moh. Toha mengatakan, tradisi diawali dengan doa bersama dan kirim doa kepada para leluhur di Balai Desa serta kawasan sendang Sumber Ubalan.
"Kami berharap para tokoh yang dahulu membabat Desa Jarak diterima di sisi Allah SWT dan masyarakat selalu mendapat keberkahan," ujarnya.
Untuk menghindari kemacetan, rombongan kirab melewati jalan lingkungan sebelum tiba di kawasan wisata.
Setibanya di lokasi, empat tumpeng dilarung, sementara satu gunungan hasil bumi diperebutkan ribuan warga yang telah menunggu di depan panggung utama.
Gunungan tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat, mulai dari RT, RW, kelompok tani, hingga warga desa.
Selain hasil bumi, panitia juga membagikan nasi berkat, dawet, dan nasi pecel kepada masyarakat.
Menurut Toha, tradisi Kebur Ubalan telah diwariskan secara turun-temurun, jauh sebelum kawasan Sumber Ubalan dikembangkan menjadi objek wisata.
Dahulu, ritual ini digelar saat musim kemarau sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan dan keselamatan bagi para petani.
"Harapannya petani terhindar dari hama, hasil panennya melimpah, dan kesejahteraan masyarakat Desa Jarak semakin meningkat," katanya.
Tahun ini diperkirakan sekitar 10 ribu orang menghadiri tradisi tersebut. Dibanding tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini lebih meriah dengan tambahan pembagian nasi pecel kepada pengunjung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi melalui Staf Bidang Sejarah dan Purbakala Ahmad Khudori mengapresiasi penyelenggaraan Kebur Ubalan.
Baca Juga: Suhu di Kediri Raya Beberapa Hari Terakhir Seperti di Kutub Utara? Begini Penjelasan BMKG
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kediri.
"Kami berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya," pungkasnya. (na/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita