JP Radar Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan sejumlah hotel sebagai pendukung operasional Embarkasi Haji Kediri yang mulai ditargetkan beroperasi pada 2027.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan akomodasi ribuan calon jemaah haji (CJH) sebelum diberangkatkan melalui Bandara Dhoho.
Sebab, kapasitas jemaah yang akan dilayani diperkirakan mencapai lebih dari 10 ribu orang.
Inventarisasi hotel itu disampaikan dalam rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/7) lalu.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, selain Hotel Merdeka dan Grand Surya yang telah disurvei, pemkab juga menyiapkan sejumlah hotel lain sebagai alternatif apabila kebutuhan tempat menginap meningkat.
"Yang disurvei memang Hotel Merdeka sama Grand Surya. Tapi dari pemkab kami juga menyiapkan opsi lain. Ada City Hub, Fave, Lotus, dan beberapa hotel lainnya. Jadi kami siapkan sebagai pendukung kalau nanti dibutuhkan," ujar Dewi.
Total ada 10 hotel yang telah diinventarisasi.
Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji, Pemkab Kediri Siapkan Lahan Khusus untuk Tujuan Ini
Masing-masing Grand Surya dengan kapasitas 168 tempat tidur, Bukit Daun 104 tempat tidur, Hotel Merdeka 58 tempat tidur, City Hub Kediri 59 tempat tidur, Lotus Garden 52 tempat tidur, Viva Hotel 51 tempat tidur, Hotel Insumo 67 tempat tidur, Front One Hotel 52 tempat tidur, Fave Hotel 107 tempat tidur, serta BKPASN Tarokan dengan kapasitas 52 tempat tidur.
Menurut Dewi, keberadaan hotel-hotel tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemkab Kediri terhadap operasional Embarkasi Haji Kediri.
Nantinya, hotel-hotel tersebut dapat difungsikan sebagai lokasi transit sementara bagi calon jemaah haji sebelum memasuki proses pemberangkatan melalui Bandara Dhoho.
Persiapan tersebut juga dilakukan agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih optimal ketika embarkasi mulai beroperasi tahun depan.
Editor : Andhika Attar Anindita