Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

683 Poktan Terima Benih Jagung Rp 19 M dari Pemkab Kediri, Dispertabun Pangkas Ongkos Tanam di 13 Ribu Hektare Lahan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 2 Juli 2026 | 01:27 WIB
Bupati Dhito saat memberikan bantuan benih jagung. (Foto: Wahyu Adji)
Bupati Dhito saat memberikan bantuan benih jagung. (Foto: Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Keluhan para petani akan mahalnya benih di musim tanam, direspons oleh Pemkab Kediri.

 Kemarin Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membagikan 200 ton benih jagung kepada ratusan kelompok tani (poktan) di Kabupaten Kediri.

Dengan bantuan benih gratis tersebut, ongkos tanam yang selama ini dianggap ‘mencekik’ petani bisa lebih ringan. 

Untuk diketahui, pembagian benih jagung dilakukan di area persawahan Desa Nambaan, Ngasem kemarin. Total ada 683 poktan dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri yang mendapat bantuan. Rencananya benih jagung itu akan ditanam di lahan seluas 13.300 hektare.

“Siklus saat musim tanam itu petani kesulitan pupuk, kesulitan benih. Ini (bantuan benih) bagian dari upaya untuk potong cost produksi petani,” kata Bupati Dhito usai membagikan benih jagung kemarin.

Selain membagikan benih gratis, menurut Dhito Pemkab Kediri juga akan kembali membagikan alat mesin pertanian (alsintan).

Jika sebelumnya mereka sudah membagikan 57 unit alsintan, Juli nanti orang nomor satu di Pemkab Kediri ini berencana kembali menyalurkan bantuan alsintan. “Jumlahnya nanti dulu. Saya tidak mau sampai dobel pemberian. Kalau sudah dapat, giliran lainnya,” lanjut Dhito.

Baca Juga: Petani Bisa Lebih Mudah Peroleh Solar Subsidi, Simak Caranya 

Dhito menegaskan, Pemkab Kediri berupaya mengurai berbagai problem yang dihadapi petani. Khusus untuk harga panenan petani yang biasanya tidak menentu, menurut Dhito untuk jagung akan terserap oleh bulog dengan harga Rp 5.500 per kilogram.

“Untuk komoditas lain seperti cabai, akan kami pikirkan,” terangnya. 

Sementara itu, memasuki musim kemarau dimana permintaan solar untuk pertanian biasanya meningkat, Pemkab Kediri juga berupaya memastikan petani tetap mudah mengakses bahan bakar bersubsidi itu.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, solar dibutuhkan untuk mengoperasikan alsintan dan pompa diesel. Permintaan untuk pompa diesel inilah yang biasanya naik.

Sebelumnya, petani harus mengurus barcode atau kode batang ke dispertabun. Namun, kini prosesnya lebih mudah. “Petani cukup mengajukan (barcode) ke pemerintah desa atau PPL (penyuluh pertanian lapangan),” ungkap Sukadi.

Setelah verifikasi selesai, dispertabun akan menerbitkan rekomendasi. Kemudian dikirim kembali ke PPL untuk dicetak. Proses tersebut menurut Sukadi bisa selesai dalam sehari.

Dengan kemudahan mendapat solar itu, Sukadi berharap petani tidak lagi terhambat dalam mengoperasikan alsintan dan mengairi sawahnya.

Baca Juga: Dispertabun Optimistis Bongkar Ratoon Lebih dari 7 Ribu Hektare, Intensifkan Koordinasi dengan PG, Lakukan Percepatan Juni Sampai Oktober

“Kami juga terus berkoordinasi agar kebutuhan solar petani tetap terpenuhi di musim tanam ini. Jangan sampai alasannya untuk petani tapi dipakai untuk industri,” lanjut Sukadi.

Memasuki musim kemarau, Sukadi menyebut pihaknya juga mengecek kesiapan pompa air. Total ada 380 sumur sumbersible bertenaga listrik yang sudah dibangun dan siap dimanfaatkan. (sad/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#petani #pemkab kediri #dispertabun #Benih