Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hipertensi Hantui Warga Kota Kediri, Lima Bulan Dapati Belasan Ribu Kasus

Ayu Ismawati • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:31 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan kepada mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (29/6). (Foto: Ayu Isma)
Petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan kepada mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (29/6). (Foto: Ayu Isma)

JP Radar Kediri- Warga Kota Tahu agaknya harus lebih mengurangi perilaku hidup tidak sehat.

Sebabnya kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit tidak menular yang paling banyak ditemui.

Selama lima bulan awal 2026 saja, sudah ada lebih dari 12 ribu kasus yang ditemukan. Tingginya angka masyarakat dengan penyakit ini juga menjadi catatan dinas kesehatan.

Setiap tahun, pemerintah daerah juga ditarget melakukan deteksi dini sebanyak-banyaknya.

Tujuannya agar komplikasi penyakit yang erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat ini bisa ditekan di kemudian hari.

Baca Juga: Korban Keracunan MBG Kota Kediri Kembali Sekolah, Dinas Kesehatan Kebut Penerbitan SLHS

“Kasus paling banyak sekarang ini hipertensi, pada remaja juga banyak ditemui. Begitu pula diabetes dan obesitas yang cukup banyak ditemui sekarang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto.

Data yang dihimpun koran ini, selama Januari hingga Mei 2026, dinas kesehatan sudah menemukan 12.452 kasus hipertensi di wilayah Kota Kediri.

Sedangkan untuk diabetes melitus, sudah ada 5.572 kasus yang ditemukan dalam kurun waktu lima bulan saja.

Karena itu, pihaknya terus menggencarkan skrining ke masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin.

Baca Juga: Dinkes Kota Kediri Temukan Puluhan Ribu Kasus Hipertensi selama 2025, Termasuk Pelajar

“Karena setelah deteksi dini itu nanti kan ada yang hasilnya normal, ada yang mungkin tidak normal, baik itu hipertensi atau gula darahnya tinggi. Kalau sudah ketahuan itu, diharapkan bisa pemeriksaan lanjutan ke puskesmas untuk pengobatan,” tandas Hendik, ditemui di kegiatan skrining penyakit tidak menular dan cek kesehatan gratis di kampus PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (29/6).

Hendik menambahkan, tingginya kasus hipertensi dan diabetes di masyarakat juga sudah diantisipasi pemerintah selama beberapa tahun terakhir.

Salah satunya dengan memasang target penjangkauan atau deteksi penyakit.

Dan tiap tahun, rata-rata target itu selalu meningkat, sesuai dengan tren temuan kasus di daerah.

Baca Juga: 22 Ribu Orang Alami Hipertensi dan Rabun dari Hasil Cek Kesehatan Gratis di Kediri

Dan tahun ini, Dinas Kesehatan Kota Kediri ditargetkan menemukan 23 ribu kasus hipertensi.

Menurutnya, deteksi dini melalui skrining itu penting. Sebab rata-rata penyakit serius akibat tekanan darah tinggi dipicu oleh pola hidup yang tidak sehat di masa muda.

“Kondisi kesehatan pada usia 40 tahun ke atas itu sangat dipengaruhi dari kondisi kesehatan pada waktu remaja. Misalnya orang terkena diabetes di umur 50 tahun. Ini proses awal kejadiannya sudah berlangsung sejak 15 atau 20 tahun sebelumnya. Jadi munculnya penyakit ini tidak mendadak atau jangka pendek,” terang Hendik. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#psdku universitas brawijaya #hipertensi #cek kesehatan gratis #dinas kesehatan kota kediri #tekanan darah tinggi