Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jemaah Perbanyak Ibadah Meskipun Cuaca Panas, Begini Kondisi Jemaah Haji Kabupaten Kediri!

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 02:19 WIB
Para jemaah haji Kabupaten Kediri. (Foto Abdullah Rosyaad)
Para jemaah haji Kabupaten Kediri. (Foto Abdullah Rosyaad)

KEDIRI, JP Radar Kediri – Jemaah haji Kabupaten Kediri terus mengisi waktu di Tanah Suci dengan berbagai kegiatan ibadah walaupun suhu sedang tinggi.

Selain menjalankan agenda yang telah difasilitasi kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), sebagian jemaah juga mengikuti umrah sunah secara mandiri dengan tetap mendapatkan pendampingan dari pembimbing resmi.

Ketua Rombongan Kloter SUB 111 Abdullah Rosyaad mengatakan, cuaca di Makkah masih cukup ekstrem. Pada pagi hari suhu berkisar 30 derajat Celsius, sedangkan siang hari dapat mencapai 43 derajat Celsius.

 Namun para jemaah tetap melaksanakan ibadah sunah untuk mengisi waktu di Tanah Suci.

“Sembari menunggu di Tanah Suci, para jemaah rutin ibadah sunah,” jelas Rosyaad.

 Dia mengatakan, dari KBIH yang ditempati para jemaah rombongannya itu memfasilitasi empat kali umrah sunah.

 Di luar itu, para jmeaah juga melakukan umrah sunah secara mandiri.

“Tadi malam ini sifatnya mandiri karena memang ada jemaah yang menghendaki tambahan umrah lagi," ujarnya.

Meski dilaksanakan secara mandiri, para jemaah tetap didampingi pembimbing dari KBIH.

 Pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan sesuai ketentuan syariat sekaligus membantu jemaah yang membutuhkan arahan selama pelaksanaan umrah.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Ringinrejo Kediri Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tanah Suci, Tertabrak Saat Duduk di Teras Hotel Makkah

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, tertib dan tidak ada kendala apa pun. Semua jemaah bisa mengikuti rangkaian umrah dengan baik," terang Rosyaad.

Selain memperbanyak ibadah, jemaah juga mengikuti program ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah Islam di sekitar Makkah. Di antaranya Gua Hira, Gua Tsur, Thaif, hingga Masjid Abdullah bin Abbas.

Menurut Rosyaad, kegiatan tersebut bertujuan menambah pemahaman sekaligus mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

"Jemaah diajak melihat langsung tempat-tempat bersejarah agar memahami bagaimana perjuangan Nabi ketika menerima wahyu pertama, berdakwah hingga menghadapi berbagai tantangan. Harapannya semangat perjuangan itu bisa menjadi inspirasi ketika kembali ke tanah air," jelasnya.

Dia mengimbau agar jemaah selalu menggunakan payung atau penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan, membawa semprotan wajah, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

"Kalau siang memang panas sekali. Karena itu jemaah terus kami ingatkan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat sampai seluruh rangkaian ibadah selesai," pungkasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#umrah sunnah #ibadah #makkah #haji #ziarah