Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Memasuki Bulan Suro, Permintaan Bunga dan Dupa di Kediri Meningkat

Himalaya Azzahra • Selasa, 16 Juni 2026 | 20:52 WIB

 

Salah satu penjual bungan di kota kediri yang mengaku lapaknya ramai saat bulan suro
Salah satu penjual bungan di kota kediri yang mengaku lapaknya ramai saat bulan suro

 

KOTA, JP Radar Kediri – Menjelang datangnya Bulan Suro, permintaan berbagai kebutuhan ritual dan tradisi masyarakat mulai mengalami peningkatan.

Bunga tabur dan dupa menjadi dua komoditas yang paling banyak dicari warga untuk keperluan ziarah, doa bersama, hingga ritual budaya yang rutin dilakukan setiap tahun.

Parmi, pedagang bunga di Kota Kediri, mengaku penjualan bunga mulai meningkat dibanding hari biasa. Selain permintaan yang bertambah, harga beberapa jenis bunga juga mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan pasar.

Baca Juga: Hadiri Kirab 1 Suro di Desa Menang Pagu, Kapolres Kediri Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

“Kalau menjelang Suro seperti ini permintaan bunga memang naik. Mawar yang biasanya satu tampah Rp25 ribu sekarang menjadi Rp30 ribu,” ujarnya.

Menurut Parmi, bunga mawar menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari karena sering digunakan untuk tabur bunga saat ziarah makam maupun berbagai ritual tradisi masyarakat Jawa.

Peningkatan permintaan biasanya mulai terasa beberapa minggu sebelum Bulan Suro dan mencapai puncaknya pada malam satu Suro.

Tak hanya bunga, penjualan dupa juga mengalami peningkatan. Joko, salah satu penjual dupa, mengatakan banyak warga mulai membeli stok dupa untuk keperluan ritual dan doa yang dilakukan selama Bulan Suro.

“Permintaannya mulai naik. Banyak pelanggan yang membeli lebih banyak dari biasanya untuk persiapan kegiatan di Bulan Suro,” katanya.

Baca Juga: Terjunkan Ratusan Personel Amankan Pengesahan Warga PSHT, Polisi Akan Perketat Penjagaan di Wilayah Ini!

Ia menjelaskan, konsumen yang datang tidak hanya berasal dari Kota Kediri, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar yang masih mempertahankan tradisi dan ritual tahunan pada Bulan Suro.

Meningkatnya permintaan kebutuhan ritual tersebut menunjukkan tradisi masyarakat dalam menyambut Bulan Suro masih terus terjaga.

Selain menjadi bagian dari budaya, momentum ini juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang yang menjual perlengkapan ritual dan tradisi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#budaya #ritual #satu sura #2026 #sesaji