KEDIRI, JP Radar Kediri–Wakil Ketua (Waka) Pembina Anggota Muda Kwarda Pramuka Jawa Timur Arumi Bachsin berkunjung ke Kota Kediri kemarin (3/6). Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu melakukan survei rumah warga yang akan mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni (rutilahu) dari pramuka.
“Jadi Kota Kediri salah satu dari empat kota dan kabupaten di Jawa Timur yang tahun ini menjadi tuan rumah tempat diadakannya program pembenahan rumah tidak layak huni,” ujar Arumi.
Selain Kota Kediri, bantuan rehab rutilahu juga diberikan ke Kota Malang, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Trenggalek. Perbaikan rumah di tiap kabupaten/kota tidak sama. disesuaikan dengan kesanggupan dan swasembada masing-masing. Untuk Kota Kediri, total ada tiga unit rumah yang diperbaiki.
Baca Juga: Arumi Bachsin Punya Kesan Mendalam terhadap Batik Kediri. Ini yang Dikatakan usai Melihat event KFBF
“Uniknya adalah kami melibatkan kakak-kakak dan adik-adik pramuka untuk terlibat langsung secara teknis,” lanjut ibu tiga anak itu.
Arumi menegaskan, perbaikan rutilahu dilakukan melalui proses yang sangat ketat. Mereka memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar layak.
“Kebetulan ini tadi (03/6) adalah jadwal untuk survei lapangannya. Kalau sekarang kurang lebih ada tiga (rutilahu, Red). Saya yakin nanti akan berkembang terus. Mudah-mudahan dampaknya bisa masif kepada masyarakat,” harapnya.
Baca Juga: Pemkot Kediri Rehab Ratusan Rutilahu Tahun Ini, Sasar Warga Miskin Desil 1 - 4
Dalam kesempatan kemarin, Arumi mengecek salah satu rutilahu yang akan diperbaiki. Dia juga menyempatkan berbincang dengan Djumilah, pemilik rutilahu di Kelurahan Bangsal, Pesantren.
Arumi menegaskan, survei lapangan kemarin dilakukan untuk memastikan data administrasi yang diserahkan dan kondisi di lapangan sudah sesuai. Sebab, mereka yang bisa terpilih mendapat bantuan rutilahu benar-benar harus memenuhi persyaratan yang spesifik.
Survei sekaligus untuk menentukan tingkat kerusakan rumah. Yakni, apakah masuk kategori ringan, sedang, hingga berat. “Harapannya ini program bisa konsisten. Sehingga banyak masyarakat yang bisa terdampak dan juga yang paling penting pengalaman ini dapat membentuk karakter kakak dan adik pramuka,” terangnya.
Baca Juga: Vinanda Dapati Ratusan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Kediri, Ini Langkah Pemkot
Perempuan yang mengenal pramuka sejak kecil itu mengaku mendapat banyak manfaat positif. Selain life skill, dia juga mendapat banyak hal positif mulai nilai gotong royong, kepercayaan diri, dan lainnya.
Arumi menegaskan, organisasi pramuka sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang saat ini kecenderungannya semakin individualis. “Kegiatan Pramuka ini perlu terus diusahakan untuk dibangun. Apalagi di zaman seperti ini, anak-anaknya sudah mulai individualisme, sudah banyak punya gadget sendiri-sendiri,” paparnya.
Dia berharap melalui kegiatan Pramuka anak-anak bisa lebih produktif dan aktif dalam kegiatan yang positif. “Sangat disayangkan apabila mereka lebih aktif di gadget masing-masing dibandingkan dengan dunia luar,” sesalnya.
Baca Juga: Pemkot Rehab Ratusan Rumah Tidak Layak Huni di Kota Kediri, Segini Total Anggarannya
Terpisah, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyambut baik kedatangan Arumi Bachsin. Orang nomor satu di Pemkot Kediri itu berterima kasih karena Kota Kediri sudah dipilih untuk bisa menerima bantuan rutilahu.
“Kami berterima kasih karena Kota Kediri ini telah dipilih untuk menerima bantuan rumah tidak layak huni sebanyak tiga rumah,” ungkap Vinanda.
Program perbaikan rumah yang digagas pramuka, lanjut Vinanda, menunjukkan jika mereka langsung bergerak untuk masyarakat. “Ini menunjukkan kalau pramuka langsung action. Langsung memberi kontribusi kepada masyarakat. Khususnya Kota Kediri,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita