Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Gus Miek: Hadiri Haul di Ponpes Ploso, Lantunkan Dzikrul Ghofilin

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 1 Juni 2026 | 20:50 WIB

 

Gus Robert sedang memberikan wejangan dalam kegiatan peringatan Haul Gus Miek ke 34 tahun. (Foto Wahyu Adji)
Gus Robert sedang memberikan wejangan dalam kegiatan peringatan Haul Gus Miek ke 34 tahun. (Foto Wahyu Adji)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia memadati kompleks Ponpes Ploso pada Sabtu (30/5) malam.

 

Datang untuk memperingati haul Kiai Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek, jemaah melantunkan dzikrul ghofilin dan doa untuk sang tokoh kharismatis tersebut.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, panitia menyiapkan tenda sepanjang sekitar 800 meter di kompleks Ponpes Ploso untuk menampung jemaah.

 

Namun, tenda tersebut tetap tidak bisa menampung seluruh peserta. Mereka meluber hingga lesehan di luar tenda.

 

Penggerak Semaan Alquran Dzikrul Ghofilin Muslih mengakui tentang antusiasme jemaah.

Menurutnya, puluhan ribu jemaah itu datang dari berbagai daerah di Indonesia.

 “Bahkan, berdasar konfirmasi yang kami terima, ada yang datang dari Malaysia,” ungkap Muslih ditemui di lokasi.

 

Mereka sengaja meluangkan waktu untuk mengenang Gus Miek yang juga menjadi gurunya.

Baca Juga: Peringati Haul Gus Miek ke-33 di Kediri, Jantiko Mantab Gelar Semaan dan Dzikir Sejak Subuh

Meski sudah meninggalkan jemaah sejak 34 tahun silam, nama Gus Miek abadi lewat ajaran-ajarannya. 

 

Hingga kini, amalan-amalan tersebut tetap dilaksanakan oleh jemaah dan ditularkan kepada generasi yang lebih muda.

 

Selain semaan Alquran dan dzikrul ghofilin, menurut Muslih ada pesan utama dari Gus Miek yang dilaksanakan oleh jemaah. Yakni, tentang pentingnya mengelola kehidupan batiniah. 

 

“Gus Miek mengajarkan agar setiap orang senantiasa mawas diri, introspeksi diri, serta rendah hati dalam menjalani kehidupan,” lanjut Muslih sembari menyebut nilai-nilai tersebut hingga saat ini jadi pegangan jemaah.

 

          Dzikrul ghofilin, terang Muslih, sempat diibaratkan sebagai jamu atau obat manusia oleh Gus Miek.

Baca Juga: Peringati Haul Gus Miek, Belasan Ribu Orang Berkumpul dan Lantunkan Ini. Ada Wagub Jatim dan Wali Kota Kediri Vinanda

 

Muslih bersyukur hingga saat ini dzikrul ghofilin terus berkembang di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan sampai ke luar negeri.

 

          “Peringatan haul ini juga sebagai bentuk takzim kepada beliau (Gus Miek),” papar Muslih tak heran ada puluhan ribu jemaah yang memberi penghormatan kepada guru mereka di haulnya.

 

          Untuk diketahui, sejumlah tokoh hadir dalam peringatan haul ke-34 Gus Miek Sabtu malam lalu.

 

Salah satunya Wakil Wali KOta Qowimuddin Thoha. Setelah Kiai Tijani Robert Saifunnawas atau Gus Robert selesai memberikan ceramah dan memimpin dzikrul ghofilin, pria yang akrab disapa Gus Qowim itu langsung sungkem kepada putra ketiga Gus Miek tersebut.

 

          Gus Qowim mengaku bersyukur bisa mengikuti haul dan bersilaturahmi dengan para pengasuh serta jemaah yang hadir.

 

Menurutnya, haul tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok Gus Miek, melainkan juga sarana mengambil berkah dari perjuangan dakwah yang telah diwariskan kepada umat.

Baca Juga: Gus Miek Berdakwah Di Tempat Hiburan Malam. Pernah Menantang Para Penjudi, Uangnya Selalu Dibagi-bagi

“Alhamdulillah, kami bisa hadir dalam rangka haul Gus Miek. Tadi (30/5) saya bisa sowan Gus Robert. Semoga dengan acara ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi samiin-samiat yang malam ini hadir di haul Mbah Miek,” tuturnya.

 

Bagi Gus Qowim, Gus Miek bukan sekadar tokoh spiritual. Melainkan juga seorang ulama yang alim dan memiliki cara dakwah yang istimewa.

 Salah satu kelebihan Gus Miek adalah kemampuannya menyampaikan ajaran Alquran as-sunnah dengan bahasa yang sederhana. Sehingga  bisa mudah dipahami masyarakat awam.

 

“Metode dakwah yang dijalankan Gus Miek tidak mudah ditiru oleh semua orang. Sebab, Gus Miek mampu masuk ke ruang-ruang masyarakat yang belum tentu dapat dijangkau oleh dai atau ulama lainnya,’ papar Gus Qowim.

 

Dia berharap,  estafet perjuangan dakwah Gus Miek bisa terus dilanjutkan oleh keluarga dan para penerusnya.

 

“Kalau yang disampaikan dan dijalankan dakwah Gus Miek, tentunya tidak semua orang mampu. Mungkin nanti dari dzuriyah beliau yang mampu melanjutkan dakwah beliau, yang mampu masuk ke ruang-ruang yang tidak semua orang bisa masuk ke wilayah itu,” tandasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#gus robert #ploso mojo #dzikrul ghofilin #gus miek