Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jalur Alternatif Mengular Panjang, Ini Yang Dilakukan Dishub!

Hilda Nurmala Risani • Senin, 1 Juni 2026 | 16:59 WIB

MENGULAR: Arus lalu lintas di jalur alternatif imbas perbaikan Jembatan Kaliombo I terpantau mengalami penumpukan relatif panjang. (WAHYU ADJI F/JPRK)
MENGULAR: Arus lalu lintas di jalur alternatif imbas perbaikan Jembatan Kaliombo I terpantau mengalami penumpukan relatif panjang. (WAHYU ADJI F/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Empat hari pasca penutupan Jalan Urip Sumoharjo, arus lalu lintas masih terpantau padat di beberapa titik. Seperti di simpang empat Bence, simpang empat Baruna, dan Jalan Tembus Kaliombo. Proses perbaikan Jembatan Kaliombo I berimbas banyak ke sosial dan ekonomi masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Anas, 26, warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota. Dia menyebut, sejak ditutupnya Jalan Urip Sumoharjo, kendaraan yang melintas di Jalan Kapten Tendean semakin meningkat. “Sejak ditutup arus lalu lintas padat merayap. Terlebih yang melintas sini kendaraan besar-besar seperti truk gandeng,” keluh Anas.

Menurutnya, kepadatan ini tak hanya terlihat di jalur utama saja. Beberapa gang yang ada di sekitar Jalan Kapten Tendean ikut ramai dilintasi pengendara kendaraan roda dua. Bahkan, beberapa kendaraan roda empat ikut mencari jalan tikus demi terhindar dari antrean panjang.

Baca Juga: Jembatan Kaliombo I Diperbaiki, Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri akan Ditutup Total. Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas yang Disiapkan Dishub Kota Kediri

“Kalau sedang ramai dari arah utara antreannya bisa sampai RSUD Gambiran. Kurang lebih mengular sampai 700 meter,” ucapnya.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, kepadatan arus lalu lintas tak hanya terlihat di simpang empat Bence dari arah utara, tetapi juga ada di simpang empat Baruna arah timur. Bahkan, beberapa jalur alternatif seperti Jalan tembus Kaliombo juga terpantau padat merayap.

“Memang benar ada kepadatan lalu lintas di beberapa jalur alternatif. Itu karena masyarakat masih perlu beradaptasi untuk menemukan jalur yang sesuai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Arief Cholisudin.

Baca Juga: Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri Ditutup Mulai 29 Mei, Ini Kata BBPJN Soal Pembongkaran Jembatan Kaliombo 1!

Dia menyebut jika penutupan Jalan Urip Sumoharjo sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. Baik melalui sosial media pemerintah kota maupun bantuan teman-teman media.

“Kami selalu melakukan pemantauan ATCS (Area Traffic Control System, Red). Yang terlihat adalah kepadatan bukan kemacetan. Karena dialihkan satu jalur ke jalur lain,” tandasnya.

Tak hanya memantau, pria yang akrab disapa Cholis itu juga menyebut jika petugas Dishub telah melakukan pengaturan lampu traffic light. Itu dengan memberikan durasi lampu hijau lebih lama di titik terjadi kepadatan.

Baca Juga: Kaliombo I Kediri Dibongkar, Macetnya di Mana-Mana, Ini Alasan Perbaikan Membutuhkan Waktu Lama!

“Kami atur waktunya misalnya di simpang empat Jalan tembus Kaliombo, durasi lampu hijau ditambah menjadi 5-10 detik. Itu sudah sudah termasuk lama dan mampu mengurai kepadatan di jalur lain,” pungkas Cholis.

Seperti yang diberitakan, proyek yang dilaksanakan oleh lembaga di bawah Kementerian Pekerjaan Umum itu akan meliputi pembongkaran jembatan yang sudah berusia lebih dari 70 tahun tersebut. Selain faktor usia, pembongkaran juga menimbang skala nilai kemantapan jembatan saat ini. Dari hasil survei kondisi jembatan, nilai kemantapan jembatan tersebut berada di skala 3–4. Sehingga perlu dilakukan penggantian pada konstruksinya.

Jika semula konstruksinya batu bata, nantinya akan diganti menjadi box culvert berbahan beton yang lebih kuat. Proyek penggantian jembatan itu juga akan paralel dengan perbaikan Jembatan Gondang I di Tulungagung. Kontrak proyek ditargetkan berjalan maksimal 240 hari. Mulai Jumat kemarin (29/5) hingga 11 Desember mendatang atau hampir 7 bulan. 

 

Editor : Mahfud
#JALAN URIP SUMOHARJO #jembatan kaliombo I #dishub kota kediri #jalur alternatif #kota kediri