KEDIRI, JP Radar Kediri- Ratusan jemaah haji asal Kota Kediri mulai bergerak menuju Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji.
Selama lima hari ke depan, jemaah akan melaksanakan ibadah di Arafah, Mina, dan Muzdalifah atau yang dikenal dengan Armuzna. Di tahapan ibadah utama ini, jemaah diminta mewaspadai potensi dehidrasi.
Ketua Kelompok Terbang (Kloter) SUB 115 Solihul Muhtar mengatakan, jemaah Kota Kediri mendapat jadwal berangkat dari maktab menuju Arafah kemarin siang (25/5) pukul 11.30 Waktu Arab Saudi. Proses pemberangkatan itu berlangsung hingga pukul 16.00 dengan perjalanan darat.
“Secara garis besar kondisi jemaah Kota Kediri siap menjalankan puncak wukuf. Mohon doanya agar diberi kelancaran,” kata Muhtar, melaporkan dari Makkah, Arab Saudi.
Baca Juga: Tiba di Tanah Suci, Ribuan Jemaah Haji Kediri Raya Mulai Fokus Beribadah di Makkah
Sebelum keberangkatan, sebanyak 280 jemaah Kota Kediri mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kondisi kesehatan jemaah menurutnya menjadi fokus pendampingan petugas kloter di masa puncak ibadah ini.
Rencananya, jemaah akan melaksanakan ibadah Armuzna hingga 13 zulhijah, atau 30 Mei mendatang.
“Untuk jemaah Kloter 115 semua memungkinkan untuk kondisi kesehatannya dalam melaksanakan kegiatan ibadah Armuzna,” ungkapnya sembari menyebut tidak ada jemaah yang diwakilkan atau dibadalkan di tahapan ibadah tersebut.
Adapun ibadah di Armuzna dikenal sebagai rangkaian haji paling berat. Dibutuhkan kondisi fisik yang prima untuk melaksanakan seluruh rangkaiannya.
Mulai dari wukuf atau berdiam diri dan berdoa di Arafah. Kemudian bergerak ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit atau singgah sejenak. Serta dilanjutkan dengan prosesi melontar jumrah di Mina.
Baca Juga: Isak Tangis Warnai Keberangkatan Ratusan Calon Jemaah Haji Kota Kediri Menuju Surabaya
Untuk itu, pihaknya menekankan agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Khususnya memperhatikan asupan air agar terhindar dari dehidrasi.
“Kami selalu menekankan agar jemaah minum air meski tidak haus. Kemudian minum oralit dan taat terhadap jadwal yang telah ditetapkan dalam melaksanakan ibadah apapun, termasuk lempar jumrah,” tandas Muhtar.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 280 jemaah dilepas keberangkatannya dari GOR Jayabaya Kota Kediri, Rabu sore (20/5) lalu. Hingga pembekalan kesehatan terakhir, sedianya calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri yang akan diberangkatkan mencapai 281 orang.
Namun, sehari sebelum keberangkatan, satu orang jemaah harus dirawat di rumah sakit. Sehingga dipastikan jemaah yang berangkat hanya 280 orang. (ais/tar)
Editor : Ayu Ismawati