Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anak-Anak Menangis Terbawa Adegan Laskar Pelangi, Ini Keseruan Teach to Inspire, saat Tujuh Tokoh Kota Kediri Jadi Guru Dadakan di SD

Ayu Ismawati • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:35 WIB
CINTA PANCASILA: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjadi guru dadakan di SDN Banjaran 5. Dia mengajak anak-anak belajar tentang wawasan kebangsaan agar siswa makin cinta tanah air. (Foto: Wahyu Adji)
CINTA PANCASILA: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjadi guru dadakan di SDN Banjaran 5. Dia mengajak anak-anak belajar tentang wawasan kebangsaan agar siswa makin cinta tanah air. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Tujuh tokoh di Kota Kediri ‘turun gunung’ kemarin (19/5). Memperingati Hari Pendidikan Nasional Mei ini, orang-orang yang setiap harinya disibukkan dengan rutinitas birokrasi, bisnis, hingga masalah hukum itu menjadi guru dadakan.

Mereka berbagi pengalaman dan memotivasi anak-anak agar fokus mengejar mimpi dan cita-citanya lewat Teach to Inspire: Tokoh Mengajar, Generasi Terinspirasi.

Suasana ruang kelas di SDN Banjaran 5 Selasa pagi (19/5) kemarin berbeda dari biasanya. Puluhan siswa dari kelas 3, 4, dan 5, duduk lesehan di lantai. Mereka kompak bernyanyi menyambut Wali Kota Vinanda Prameswati yang menjadi guru kelas istimewanya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Vinanda dan Baznas Kota Kediri Rehab 9 Titik Rumah Tidak Layak, Salurkan Rp 180 Juta Zakat ASN dan Masyarakat

Bukan mengajar matematika atau bahasa Indonesia, selama satu jam dia menyampaikan materi wawasan kebangsaan dengan cara yang santai dan bisa diterima oleh anak-anak.

“Wawasan kebangsaan itu tentang bagaimana cara kita mencintai bangsa ini. Ada yang tahu, tindakan seperti apa yang menunjukkan kita cinta Indonesia?” ucap Vinanda, saat membuka ‘jam pelajarannya’ di depan anak-anak. 

Begitu Vinanda mengajak anak-anak berinteraksi, bocah-bocah yang awalnya terlihat tegang itu langsung tersenyum lepas. Mereka juga dengan santai memberi contoh cinta tanah air dengan menjaga kebersihan dan rajin belajar.

Merespons jawaban mereka,Vinanda menambahkan jika yang bisa dilakukan anak-anak adalah dengan menghormati orang tua, guru, dan teman. “Tidak ada yang boleh memukul teman atau membully. Itu juga sikap mencintai tanah air karena itu termasuk nilai yang bisa kita terapkan dari Pancasila,” tuturnya.

Baca Juga: Puluhan ‘Kartini’ Gowes ke Taman Brantas, Wali Kota Kediri Vinanda dan Ketua Bhayangkari Bersih-Bersih Bantaran Sungai

Melihat anak-anak antusias belajar dan berinteraksi dengannya, Vinanda mendorong agar pembelajaran ke depan bisa lebih interaktif dan inovatif. Termasuk pembelajaran di luar sekolah, di mana siswa belajar mengenal keunikan dan potensi Kota Kediri.

“Agar anak-anak tidak hanya mengenal Indonesia (secara umum), tapi juga potensi Kota Kediri,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono yang juga hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasinya. Di hari yang sama, kelas inspirasi digelar serentak di tujuh titik SD negeri dengan narasumber yang beragam. Menurutnya, kegiatan tokoh mengajar seperti kemarin bisa berdampak positif bagi siswa. 

“Ini acara yang positif, saya salut. Dan ke depan, semoga sekolah-sekolah pinggiran (wilayah terluar Kota Kediri) juga bisa jadi sasaran agar anak-anak lebih semangat belajar,” ujar Mandung.

Terpisah, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin kemarin menjadi guru dadakan di SDN Sukorame 5. Di depan siswa kelas 3, 4, dan 5, orang nomor dua di Pemkot Kediri itu menegaskan tentang pentingnya adab dan kejujuran yang jadi fondasi utama anak-anak untuk mewujudkan cita-citanya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Berbagi Kisah Inspirasi di SDN Sukorame 5, Akhlak Mulia Jadi Bekal Utama Meraih Cita-Cita

Berbicara dengan cara yang lugas dan santai, pria yang akrab disapa Gus Qowim itu membuat anak-anak merasa nyaman. Mereka pun antusias menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. Pun menyimak materi yang disampaikan.

Suami Faiqoh Azizah Muhammad itu menyebut, kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan karakter yang baik. Sehingga, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya pintar. Melainkan juga berakhlak.

Diselingi dengan cerita-cerita ringan, Gus Qowim mampu menyulap kelas menjadi menyenangkan. Sesekali anak-anak juga tertawa saat mendengar cerita lucunya. “Jika kita ingin menggapai cita-cita, kita harus memiliki adab dan sifat amanah. Itu bekal penting untuk masa depan,” tuturnya.

Untuk diketahui, selain Vinanda dan Gus Qowim, total ada lima tokoh yang kemarin menjadi guru dadakan. Mereka adalah Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri Suriyadi yang mengajar di SDN Sukorame 1. Kemudian, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Ismirani Saputri mengajar di SDN Burengan 2.

Baca Juga: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Suriyadi Berbagi Kisah Inspirasi di SDN Sukorame 1: Berikan Kiat Jitu Meraih Cita-Cita

Selanjutnya, Ketua Hipmikimdo Kota Kediri Novianti Handayani mengajar di SDN Tamanan. Ada pula Chief Executive Officer (CEO) Amerta Asa Media Ilham Nugroho yang mengajar di SDN Mojoroto 4. Terakhir, Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Kota Kediri Iptu Muhammad Komaruzaman yang jadi guru dadakan di SDN Sukorame 4.

Keberadaan guru dadakan di kelas inspirasi kemarin disambut antusias oleh anak-anak. Apalagi, mereka membawakan ‘pelajaran’ dengan cara yang fun dan santai.

Anak-anak juga terlihat larut dalam materi yang disampaikan guru baru mereka. Seperti siswa SDN Mojoroto 4 yang kemarin menangis saat melihat cuplikan film Laskar Pelangi yang diputar oleh CEO PT Amerta Asa Media Ilham Nugroho.

Air mata anak-anak bercucuran saat mereka melihat perjuangan anak-anak untuk belajar dalam kondisi yang serbaterbatas. 

“Mereka tetap semangat sekolah meski jalan yang ditempuh sangat susah. Harus melintasi hutan, sungai, dan lainnya. Karena apa? Karena pendidikan bisa mengubah nasib seseorang,” tutur Ilham.

Baca Juga: PT Amerta Asa Media Raih Radar Kediri Awards 2025 Kategori An Outstanding Institution in Grassroots Sustainability

          Air mata anak-anak kembali jatuh saat mereka melihat cuplikan film tentang perjuangan orang tua agar anak-anaknya bisa sekolah. “Teringat dengan Bapak waktu masih ada,” ungkap salah satu siswi kelas 5 yang menangis terisak. (ais/c1/na/ut)

 

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#teach to inspire #laskar pelangi #wali kota kediri #Vinanda Prameswati