KEDIRI, JP Radar Kediri-Setelah selesai memermak Jl Stasiun, Pemkot Kediri mulai ancang-ancang menata Jl Dhoho.
Mengawali proyek yang akan direalisasikan 2027 nanti, tahun ini pemerintah mulai melakukan lelang perencanaan.
Berdasar informasi di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), perencanaan penataan Jl Dhoho sudah mulai dilelang tahun ini. Hingga awal Maret lalu, prosesnya masih di tahap evaluasi dokumen.
Untuk membuat dokumen perencanaan penataan Jl Dhoho, pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 460 juta dari APBD 2026.
Baca Juga: Ketika Jalan Stasiun, Tak Lagi Apa Adanya
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari membenarkannya.
Perencanaan penataan Jl Dhoho yang sekarang dalam tahap lelang menurut Endang termasuk desain penataan jalan.
“Yang jelas (rencana penataan akan meliputi) pelebaran trotoar, kemudian menurunkan kabel-kabel utilitas. Baik yang kabel provider maupun PLN,” ungkap Endang.
Dengan begitu, penataan Jl Dhoho tidak hanya untuk beautifikasi saja. Melainkan juga untuk menangani problem kabel semrawut yang banyak ditemui di sana.
Sehingga, setelah Jl Dhoho tertata rapi akan tersambung dengan Jl Stasiun yang sudah lebih dulu selesai dipermak.
“Pelaksanaannya Insya Allah tahun depan (2027). Tahun ini masih perencanaan dan sosialisasi ke masyarakat. Khususnya yang punya usaha di sepanjang Jl Dhoho,” beber Endang.
Baca Juga: Kabar Gembira, Warga Kediri Raya Bisa Leluasa Tahun Baruan di Jalan Stasiun yang Berkonsep Heritage
Dengan sosialisasi yang dimulai jauh-jauh hari, diharapkan rencana penataan kawasan itu sudah lebih matang saat direalisasikan tahun depan.
Soal aktivitas bisnis yang setiap hari hidup di jalan itu, Endang mengatakan pihaknya sudah mempertimbangkannya.
“Kami upayakan nanti satu sisi dulu. Supaya nanti tidak menutup total. Jadi masih tetap bisa dilewati jalannya,” urainya.
Dengan banyaknya kabel-kabel utilitas di Jl Dhoho, diakuinya kondisi tersebut cukup jadi kendala penataan.
Terutama proses penurunan dan penataan kabel-kabel yang diperkirakan akan membutuhkan penanganan khusus.
“Jadi nanti semua diturunkan dan ditaruh di bawah (tanah) semua supaya kelihatan rapi. Kemudian PLN nanti juga rencananya menata travo-travo box panel karena ada juga di sana,” urai Endang.
Baca Juga: Belum Dua Pekan Diresmikan, Bollard Jalan Stasiun Rusak. Ini Kata Pemkot Kediri
Berdasar estimasi awal, pihaknya memperkirakan butuh waktu 10 bulan untuk menata kabel-kabel dan trotoar di Jl Dhoho.
Namun, itu masih akan direncanakan dengan lebih detail oleh konsultan perencana yang dimulai tahun ini.
“Makanya harapan kami bisa selesai direncanakan tahun ini, kemudian pelaksanaannya nanti bisa di awal tahun di 2027,” beber Endang.
Berdasar perkiraan awal, dibutuhkan anggaran hingga Rp 40 miliar untuk menata keseluruhan Jl Dhoho.
Dengan penataan tersebut, itu, pemkot berharap kawasan ikon Kota Kediri itu bisa lebih terintegrasi dan berkembang lagi ke depannya.
Karenanya, Endang meminta dukungan semua pihak untuk merealisasikan kawasan itu sebagai ikon Kota Kediri.
“Melalui penataan ini, kami ingin menata Jl Dhoho agar tersambung dengan Jl Stasiun. Semoga semua pihak merespons dengan baik dan mendukung,” harapnya.