KEDIRI, JP Radar Kediri-Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Ramadan ini, membuat masyarakat menyerbu pasar murah. Seperti di Kelurahan Betet, Pesantren kemarin (25/2), ratusan warga menyerbu sejumlah produk murah yang dijual di sana.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, komoditas yang dijual di pasar murah itu meliputi beras premium dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), minyak goreng, gula pasir. Kemudian, telur ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Begitu pasar murah dimulai pukul 08.15, meja-meja petugas langsung diserbu masyarakat. Minyak goreng merk Minyakita jadi yang paling cepat tandas. Stok 30 karton atau total 360 pouch itu habis hanya dalam waktu setengah jam saja.
Selain itu, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih juga habis dibeli warga dalam waktu kurang dari setengah jam.
“Ini adalah upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Dan kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok,” ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang kemarin memantau pelaksanaan pasar murah di Kelurahan Betet.
Diakui Vinanda, operasi pasar murah kemarin juga menyikapi kenaikan harga pangan di awal Ramadan. Dari hasil sidak yang dilanjutkan dengan kajian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), intervensi melalui pasar murah itu memang diperlukan.
Karenanya, pemkot berencana menggelar pasar murah mulai Senin (23/2) hingga 13 Maret mendatang. “Pasar murah digelar bergantian di seluruh kelurahan,” lanjutnya.
Di depan ratusan warga, Vinanda berpesan agar mereka tidak membeli berlebihan atau panic buying. Melainkan hanya membeli sesuai kebutuhan saja.
Dengan harga yang jauh lebih murah hingga Rp 2-3 ribu, komoditas di pasar murah memang diserbu pembeli. “Stok yang dialokasikan nanti tergantung jumlah kebutuhan dari masyarakat di setiap kelurahan,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Achmad Nurdin menambahkan, untuk bisa menjual komoditas pangan dengan harga lebih murah, pemkot menggandeng beberapa supplier.
Dengan begitu, harga bisa lebih murah karena cost distribusi yang dipangkas.
“Kami kerja sama dengan supplier itu dengan harga dasar dari mereka. Termasuk yang UMKM seperti telur itu kami juga langsung kerja sama dengan peternak. Sehingga harganya itu istilahnya harga kandang (harga langsung dari peternak, Red),” ungkap Un Achmad.
Untuk stok yang disiapkan, menurut Un menyesuaikan kebutuhan. Rata-rata 500–700 kg atau liter untuk beras, minyak goreng, dan gula pasir.
“Stok yang sudah disalurkan di awal itu jadi database kami untuk menyiapkan stok berikutnya. Misalnya beras di awal 400 kg, minyak goreng 600 liter. Ketika di hari itu sudah habis semua dalam waktu 1 jam, hari berikutnya ditambahi,” bebernya.
Sementara itu, Rohmat, 58, warga Lingkungan Kleco, Kelurahan Jamsaren, yang kemarin membeli gula di sana mengaku senang. Sebab, dia mendapat harga yang lebih murah dari pasaran.
“Harganya murah. Bisa lebih hemat. Rencananya mau beli minyak goreng juga tapi kehabisan,” ungkap pria yang membeli gula pasir Rp 15 ribu itu. Di pasaran, harganya mencapai Rp 17-18 ribu per kilogram. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita