Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Buntut Temuan Kerupuk Mengandung Pewarna Tekstil di Sentra Takjil Kota Kediri, BPOM Telusuri Pabrik dan Distributor

Ayu Ismawati • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:00 WIB

HARUS LAIK KONSUMSI: Wali Kota Vinanda Prameswati (seragam cokelat) ikut melakukan sidak di lapak takjil Jl Jaksa Agung Suprapto (23/2).
HARUS LAIK KONSUMSI: Wali Kota Vinanda Prameswati (seragam cokelat) ikut melakukan sidak di lapak takjil Jl Jaksa Agung Suprapto (23/2).

KEDIRI, JP Radar Kediri-Temuan adanya kerupuk mengandung pewarna tekstil di takjil Ramadan ini, langsung ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri. Selain sidak yang dihadiri Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin pada Senin (23/2) sore lalu, ke depan mereka akan semakin mengintensifkan pengawasan.

Untuk diketahui, dalam sidak takjil Senin lalu, ada 56 sampel yang dikumpulkan petugas dari beberapa sentra penjualan takjil. Mulai di Jl Jaksa Agung Suprapto, GOR Jayabaya, dan Pasar Bandar.

Puluhan sampel itu lantas diuji di laboratorium keliling yang diparkir di halaman Kejaksaan Negeri Kediri. Beberapa sampel yang diuji di antaranya kerupuk, sempol, cincau, berbagai minuman berwarna terang. Ada pula basreng, chili oil, pentol, tahu bakso, dimsum, jelly, hingga cendol.

Kepala BPOM Kediri Winanto mengatakan, dari puluhan sampel yang diuji, ada satu kerupuk yang mengandung pewarna tekstil jenis Rhodamine B. Selain pembuktian lewat uji lab, kandungan Rhodamine B itu juga ditandai dengan warna merah terang pada makanan.

Selain itu, saat disinari dengan sinar UV, kerupuk memancarkan cahaya merah muda terang atau menujukkan tanda fluoresensi. Mendapati temuan itu, mereka langsung meminta pedagang agar tidak menjual kerupuk tersebut.

“Kami juga lakukan pendalaman untuk kami cari informasi di mana distributornya dan di mana pabriknya,” kata Winanto.

Khusus untuk distributor dan pabrik kerupuk, menurut Winanto akan dilakukan intervensi khusus. “Nanti distributor dan pabrik (kerupuk dengan kandungan rhodamine) itu akan kami intervensi dengan stakeholder terkait termasuk dinas kesehatan,” lanjutnya.

Diakui Winanto, jelang hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri maupun Natal dan tahun baru, konsumsi masyarakat terhadap makanan mengalami peningkatan. Menyikapi itu, pihaknya menyiapkan program intensifikasi pengawasan pangan di hari besar. Tujuannya untuk memastikan kualitas pangan yang beredar di masyarakat tetap aman.

“Kami siapkan program pengawasan ini secara masif dan hasil pengawasan itu nanti dikumpulkan di BPOM Pusat,” ungkap Winanto sembari menyebut, pengawasan itu juga mencakup uji lab terhadap makanan yang beredar di masyarakat.

Soal temuan kandungan Rodhamine B pada makanan, Winanto menyebut dampaknya bisa serius bagi kesehatan. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa memicu gangguan penyakit kronis seperti kerusakan ginjal hingga liver.

Melihat temuan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan baru kejadian pertama, pihaknya belum akan menerapkan sanksi pidana atau denda. Melainkan mengedepankan pembinaan.

“Sampai nanti benar-benar di Kota Kediri tidak ada pangan yang mengandung bahan berbahaya yang ditambahkan pada produk makanan,” sambungnya.

Agar kejadian tersebut tak terulang, Winanto mengimbau semua stakehoder berkomitmen memastikan keamanan pangan. Termasuk dari pelaku usaha pangan maupun masyarakat umum.

“Dari masyarakat juga harus cerdas dalam memilih produk pangan. Termasuk menerapkan prinsipnya BPOM dengan cek kemasan harus dalam kondisi baik, cek label sebagai media komunikasi penjual dan konsumen, cek izin edar, serta cek kadaluarsa,” beber Winanto.

Terpisah, temuan produk makanan mengandung zat berbahaya di sentra takjil juga menjadi atensi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Senin sore (23/2) lalu, dia juga meninjau aktivitas jual-beli yang ramai di Jl Jaksa Agung Suprapto.

Selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota Kediri menata para pedagang takjil untuk berjualan di beberapa titik yang disediakan. Di antaranya di Jl Jakgung Suprapto, GOR Jayabaya, dan Pasar Bandar.

Terkait temuan itu, Vinanda mengimbau agar masyarakat, khususnya pedagang, tetap menjaga kualitas makanan yang dijual. Sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi. Khususnya selama bulan Ramadan.

"Tadi saya juga keliling sekitar sini, banyak masyarakat Kota Kediri yang berpuasa dan berburu takjil untuk berbuka puasa," sambung Vinanda terkait antusiasme masyarakat yang tinggi dalam berburu takjil. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#BPOM Kediri #zat berbahaya #dinas kesehatan #wali kota kediri vinanda prameswati #Vinanda #takjil #pewarna tekstil #bpom