KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri menata pedagang takjil di Ramadan 2026 ini. Untuk mencegah kemacetan, pedagang musiman itu tidak boleh berjualan di Jl Hayam Wuruk dan Jl Sudanco Supriadi yang sehari-hari padat kendaraan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, penataan pedagang takjil itu dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.
Jika tidak ditata, aktivitas pedagang takjil di tepi jalan berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas seperti kemacetan.
“Beberapa ruas jalan perlu kami cermati sehingga kepentingan umum tidak terganggu. Salah satunya di Jl Hayam Wuruk,” ujar Ridwan.
Ridwan menegaskan, aktivitas pedagang takjil yang terlalu menumpuk di sana akan berisiko. Sebab, jalan di tengah kota itu kerap padat.
Terutama di dekat persimpangan yang menghubungkan Jl Hayam Wuruk dan Jl Kombes Pol Duriyat.
Karenanya, pedagang yang diperbolehkan jualan di Jl Hayam Wuruk hanyalah pedagang lama yang memang sehari-hari berjualan di sana. Adapun untuk Jl Sudanco Supriadi, aktivitas pedagang secara keseluruhan dilarang karena merupakan jalan yang menikung.
“Di lokasi lain yang kami harapkan bisa tertib, tetapi tetap bisa berjualan takjil itu di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kemudian yang kedua, di Pasar Bandar. Dan yang ketiga di GOR Joyoboyo,” beber Ridwan.
Untuk diketahui, meski diperbolehkan berjualan takjil di Jl Jaksa agung Suprapto, pemkot tetap menata para pedagang. Sebab, sentra takjil berada di kompleks perkantoran atau layanan publik.
Ada lebih dari 100 PKL yang terdaftar berjualan takjil selama Ramadan di sana. “Kami arahkan untuk berjualan di satu sisi saja. Jadi berjualan di sisi timur, di bahu jalannya,” papar Ridwan.
Khusus untuk sisi barat, Ridwan meminta agar pedagang tidak berjualan di sana. “Agar masyarakat atau pembeli tidak nyebrang-nyebrang (menyeberang) ,” tandas Ridwan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, jika biasanya banyak pedagang musiman yang berjualan di Jl Hayam Wuruk, sejak Jumat (19/2) lalu trotoar yang biasanya padat pedagang itu terlihat lengang.
Hanya ada pedagang rujak buah, pedagang es degan, dan pedagang gorengan yang sehari-hari memang berjualan di trotoar.
Di depan trotoar dipasang tali rafia untuk memastikan tidak ada kendaraan atau lapak yang diletakkan di sana. Dua personel polisi juga bersiaga untuk mengatur lalu lintas.
Jika di Jl Hayam Wuruk tidak dipenuhi pedagang takjil, Jl Jaksa Agung Suprapto dipenuhi lebih dari 100 lapak PKL. Mereka berjualan mulai utara Taman Sekartaji hingga utara kantor KPU Kota Kediri.
Untuk menjaga agar lalu lintas tetap lancar dan tertib, Ridwan meminta agar masyarakat memarkir kendaraan di kantong-kantong parkir yang dikelola oleh warga setempat.
“Yang penting tertib dan tidak menambah ke-crowded-an di sana. Memang tidak semuanya bisa dimasukkan ke kantong parkir, tapi di tepi jalan gitu tidak masalah,” imbuh Ridwan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Mahfud