KEDIRI, JP Radar Kediri-Perayaan Tahun Baru Imlek pada Senin (16/2) malam lalu jadi momentum bagi Pemkot Kediri untuk mengembangkan kawasan pecinan.
Selain Kelenteng Tjoe Hwie Kiong yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai objek cagar budaya, tahun ini pemkot mengusulkan lima objek baru bangunan bersejarah untuk mendukung daya tarik wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priyambodo yang Senin malam lalu menghadiri perayaan Imlek di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong bersama Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin mengatakan, pengusulan lima bangunan sebagai objek cagar budaya merupakan bagian dari pengembangan Kediri City Tourism.
“Kami melakukan pengembangan kawasan. Salah satunya dengan mengoneksikan kelenteng dengan objek cagar budaya lainnya di Kota Kediri,” kata Bambang.
Bangunan apa saja yang diusulkan menjadi objek cagar budaya? Menurut Bambang bangunan tersebar di beberapa lokasi. Mulai bangunan di pojok Stasiun Kediri.
Kemudian, eks kantor badan koordinator wilayah (bakorwil) yang sekarang menjadi kantor UPT Dinas Pendapatan Provinsi Jatim. Ada pula Lapas Kediri, kantor Kecamatan Mojoroto, dan Candi Klotok.
“Harapan kami nanti bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kediri tanggal 27 Juli ini sudah selesai (penetapan objek cagar budaya),” terang Bambang sembari menyebut penambahan lima objek cagar budaya itu bisa memperluas potensi wisata heritage di Kota Kediri.
Untuk diketahui, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Senin malam (16/2) berlangsung meriah. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha ikut merayakannya bersama umat Tri Dharma. Menyaksikan atraksi barongsai bersama ratusan warga, Vinanda terlihat beberapa kali memberikan angpau kepada para pemain.
Di depan umat Tri Dharma dan masyarakat sekitar yang berbaur menjadi satu, Vinanda mengajak masyarakat untuk menjunjung kebersamaan, meski agama, budaya, dan etnisnya beragam.
“Perayaan Imlek ini bukan sekadar perayaan pergantian penanggalan baru saja. Melainkan ini adalah momen kita bersama memperkuat kebersamaan, semangat untuk bisa lebih bekerja sama lagi dan terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Vinanda.
Dia pun berharap, ke depan rasa kekeluargaan dan keberagaman bisa terus dirajut hingga menjadi kekuatan Kota Kediri. Kebersamaan dan kerukunan masyarakat menurut Vinanda jadi salah satu kekuatan Kota Kediri.
Terpisah, Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prayitno Sutikno mengatakan, Senin malam ada ratusan umat yang datang silih berganti untuk berdoa di kelenteng.
Tepat di tengah malam, umat melaksanakan sembahyang tutup tahun. Meski Kota Kediri sempat diguyur hujan dari pagi hingga sore, dia bersyukur pelaksanaan malam pergantian tahun itu diwarnai cuaca yang cerah.
“Harapannya di tahun baru ini kita bisa terus menjaga kebersamaan dan keharmonisan. Tapi dengan catatan saat ini kita sering melihat banyak berita bencana. Harapannya kita semua bisa terhindar dari segala bencana dan marabahaya,” kata Prayit.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita