KEDIRI, JP Radar Kediri- Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Kediri hingga akhir 2025 lalu baru 18 persen.
Untuk mengejar capaian, tahun ini Pemkot Kediri akan memperluas jangkauan ke warga. Salah satunya dengan mengubah strategi jemput bola untuk meningkatkan capaian.
Selama 2025 lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri melakukan penjangkauan melalui kelurahan dan instansi.
Tahun ini strategi baru akan diterapkan. Yakni dengan menjangkau masing-masing lingkungan rukun tetangga (RT).
“Mulai awal Januari ini kami sudah mulai masuk ke RT tapi masih di Kelurahan Ngronggo. Karena yang dekat dengan kantor. Setelah itu pindah ke kelurahan berikutnya karena setiap hari kami mengadakan pelayanan IKD,” ujar Kepala Dispendukcapil Kota Kediri Marsudi Nugroho.
Diakui Marsudi, hingga akhir 2025 lalu, capaian aktivasi IKD baru 18,8 persen dari jumlah KTP aktif di Kota Kediri.
Sedangkan target tahun ini, sedikitnya 30 persen dari jumlah KTP aktif warga Kota Kediri sudah bisa terintegrasi dengan IKD.
Upaya percepatan aktivasi IKD itu menurutnya juga menghadapi kendala. Salah satunya dari temuan kasus penipuan yang kerap mengatasnamakan petugas pelayanan aktivasi IKD.
Kasus seperti itu terdeteksi karena ada oknum penipu yang menghubungi warga untuk meminta data diri dengan modus aktivasi IKD.
“Biar warga tidak ditipu secara online atau melalui telpon, petugas kami yang datang. Jadi bisa dipastikan kalau ada telpon-telpon terkait hal tersebut, sudah pasti nggak benar,” tandasnya sembari mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai modus penipuan seperti itu.
Soal kebutuhan aktivasi IKD, Marsudi mengatakan salah satu tujuannya adalah untuk pengecekan data kependudukan.
Jika data kependudukan sudah sesuai, maka seluruh akses layanan yang dibutuhkan masyarakat bisa berjalan lancar. Seperti contoh, ‘membersihkan’ data-data kependudukan ganda.
“Kemudian, jika sewaktu-waktu digunakan seperti di bandara atau stasiun dan diminta menunjukkan KTP, kita bisa menunjukkan KTP digital kita. Termasuk seluruh pelayanan yang membutuhkan dokumen kependudukan Insya Allah bisa dilihatkan dari handphone,” terangnya.
Selain itu, IKD juga dapat berfungsi sebagai validasi dokumen. Apalagi, saat ini scan dokumen kependudukan hanya bisa melalui IKD. Selain itu, melalui IKD juga bisa mengakses layanan kependudukan di tingkat kelurahan.
“Jadi misalnya barcode KK, mengurus akta kelahiran, akta kematian, atau pindah datang dan pindah keluar, itu semuanya lewat IKD sudah bisa,” pungkas Marsudi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita