Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Aksi Ekstrem Santri Pondok Pesantren Lirboyo: Bermain Sepak Bola Api dengan Kaki Telanjang

Internship Radar Kediri • Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:26 WIB
Sepak Bola Api Santri Lirboyo
Sepak Bola Api Santri Lirboyo

JP Radar Kediri– Tradisi sepak bola api kerap ditampilkan dalam peringatan hari besar Islam maupun Hari Santri di sejumlah pesantren, termasuk di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Atraksi ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan keberanian santri dalam memainkan bola yang dibakar, namun tetap dijalankan sebagai bagian dari tradisi budaya pesantren.

Sepak bola api bukan sekadar tontonan ekstrem. Melansir NU Online, tradisi ini dimaknai sebagai media dakwah dan sarana pengendalian diri santri. Nilai utama yang ditekankan bukan pada unsur kesaktian, melainkan keberanian, ketenangan batin, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pesantren.

Di lingkungan pesantren, termasuk Lirboyo, sepak bola api juga kerap dikaitkan dengan praktik kanuragan, yakni pengolahan fisik dan mental. Tradisi ini dipahami sebagai latihan ketahanan diri, penguatan mental, dan pembentukan karakter santri agar mampu mengendalikan rasa takut serta emosi dalam berbagai situasi.

Kementerian Agama melalui laman resminya menyebutkan bahwa berbagai aktivitas fisik di pesantren bertujuan membentuk santri yang tangguh secara lahir dan batin. Ketahanan fisik dan mental tersebut diharapkan menjadi bekal santri dalam menjalani kehidupan, baik selama mondok maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Secara historis, pesantren di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan perlawanan kultural. Dalam konteks masa lalu, latihan fisik dan mental santri kerap dikaitkan dengan semangat keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi tekanan, termasuk pada masa penjajahan.

Di Pondok Pesantren Lirboyo sendiri, tradisi sepak bola api pernah digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengawasan ketat serta mengikuti aturan tertentu demi menjaga keselamatan para santri, sebagaimana dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Kediri. 

Hingga kini, tradisi sepak bola api masih dipertahankan sebagai bagian dari pelestarian budaya pesantren. Selain memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarsantri, tradisi ini juga menjadi simbol bahwa pesantren memiliki kekayaan nilai yang terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Penulis adalah Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Pesantren Lirboyo #santri indonesia #kediri #hari santri #Tradisi Pesantren #Kanuragan #sepak bola api #tradisi santri #kearifan lokal