Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Patung Macan Putih Balongjeruk Kediri Dongkrak Ekonomi Warga, Beri Berkah kepada Pedagang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 5 Januari 2026 | 19:46 WIB
MEMBELUDAK: Pengunjung memadati monument patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang pada Minggu (4/1). (Foto: ASAD MS)
MEMBELUDAK: Pengunjung memadati monument patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang pada Minggu (4/1). (Foto: ASAD MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang semakin viral.

Monumen yang viral karena bentuknya itu membawa berkah bagi warga setempat. Perputaran ekonomi pun ikut terdongkrak di sekitar karya Cak Suwari tersebut.

Karena ramainya pengunjung, omzet pedagang sekitar patung melesat. Bahkan, bayak pedagang dari luar desa yang membuka lapak di sana.

Seperti yang dirasakan Anggraini Helmi, 26, pedagang Soto Branggahan setempat.

Sejak lima tahun lalu, pendapatannya dalam sehari hanya Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Namun, setelah adanya patung itu dan viral, pendapatannya naik jadi Rp 500 ribu per hari. “Naik tiga sampai lima kali lipat,” ucap Anggraini.

Dengan adanya patung Macan Putih itu, dia berharap agar bisa terus mendatangkan pengunjung.

Sehingga, pendapatannya juga terus terjaga. “Sempat katanya kan ada permintaan untuk dibongkar, kalau melihat viralnya sampai kayak gini ya mending enggak usah gitu loh ya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk Syafi’i mengatakan, setelah viralnya patung itu, pengunjung semakin ramai.

“Alhamdulillah semakin hari semakin bertambah bahkan bisa dikatakan luar biasa. Kalau hari-hari biasa pun tetap ramai. Itu ramainya luar biasa,” jelasnya sembari menyebut hingga malam dan shubuh pun masih tetap ada pengunjung. “Kalau malam itu biasanya anak muda. Grub motor CB gitu. Bikin konten,” imbuh Syafi’i.

Ramainya orang yang datang salah satunya dikarenakan warga yang penasaran karena ingin tahu patung Macan Putih tersebut.

“Karena dipastikan yang datang ke sini rata-rata itu pasti berfoto sama macan putih gitu,” ucapnya.

Dia mengatakan, bahwa dengan banyaknya pengunjung, juga mendatangkan para penjual. Selain penjual dari desa, tidak sedikit pedagang dari luar daerah juga datang untuk membuka lapak.

Dengan adanya animo yang tinggi, pihaknya membuka event car free day (CFD) setiap hari Minggu. “Diusahakan setiap Minggu kita akan mengadakan CFD,” tandas Syafi’i.

Editor : Andhika Attar Anindita