KEDIRI, JP Radar Kediri - Potensi kenaikan harga bahan pokok (bapok) diprediksi berlangsung lebih panjang. Sebab, akan ada tiga momen besar yang dihadapi yakni libur akhir tahun yakni Natal dan Tahun Baru (Nataru), kemudian disusul Ramadan, dan Idul Fitri. Momentum itu terjadi dalam waktu yang berdekatan.
Jika tidak diantisipasi, tren inflasi dikhawatirkan bakal memberatkan konsumen. Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Kadiri (Uniska), Ujang Syahrul mengungkapkan, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan kenaikan harga kali ini menjadi lebih lama. Salah satu yang paling krusial adalah gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
“Curah hujan yang tinggi hingga potensi banjir di sejumlah daerah bisa menghambat proses distribusi. Jika distribusi tidak lancar dan stok tidak merata, kenaikan harga tak bisa dihindari,” ujar Ujang.
Selain faktor alam, dia juga menyoroti adanya celah spekulasi pasar. Karena itu, dia mengingatkan agar pemerintah tidak membiarkan oknum pedagang nakal bermain.
Menurutnya, barang-barang vital seperti beras, daging ayam, telur, cabai, bawang, gula, hingga minyak goreng adalah komoditas yang paling rawan mengalami lonjakan harga karena tingginya permintaan pasar.
Apalagi, saat ini pasokan juga mulai terserap untuk program nasional untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Seperti komoditas cabai, Ujang menyebut musim hujan berkepanjangan memicu jamur yang membuat hasil panen tidak maksimal.
“Jika hanya mengandalkan pasokan lokal Kediri tentu kurang, sementara mengambil pasokan dari luar daerah akan memicu selisih harga yang lebih mahal karena ongkos kirim,” imbuhnya.
Menyikapi hal ini, Ujang menyarankan ada langkah untuk kolaboratif dari tiga pihak. Pertama, masyarakat diminta bijak berbelanja dan tidak melakukan panic buying. Kedua, produsen dilarang melakukan penimbunan demi mencari keuntungan pribadi. Ketiga, pemerintah harus memiliki keberanian untuk melakukan intervensi pasar secara cepat.
Pemerintah bisa melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) menyediakan beras SPHP, gula, telur, hingga ikan segar. Belakangan ini dinilai sudah cukup baik. Namun, pengawasan harus terus diperketat.
“Intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan fluktuasi harga tetap terkendali dan distribusi berjalan bagus hingga masa Lebaran nanti,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian