Adapun armada lainnya yakni yang mengalami penurunan jumlah operasional adalah Taxi Bluebird. Yang semula mengoperasikan 4 unit mobil kini tersisa hanya satu unit saja. Adapun bus Harapan Jaya dan Damri masih belum beroperasi.
Berhentinya operasional bus ke bandara itu disebabkan karena minimnya animo dari masyarakat. Hal itu membuat bus Harapan Jaya dan Damri berhenti beroperasi termasuk bluebird yang terpaksa mengurangi armadanya.
“Harapan Jaya dulu berangkat dari Terminal Tulungagung ke bandara gak bawa penumpang, pulang dari bandara juga hanya bawa empat sampai lima penumpang,” ungkap Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Nanang Pujianto.
Bahkan Nanang juga mengungkapkan jika saat ini juga hanya ada dua unit taxi Track yang beroperasi di Bandara Dhoho. Meski saat ini jumlah transportasi terus menurun, masih tetap ada yang bertahan untuk operasionalnya.
Nanang mengatakan, seluruh transportasi online harus melakukan pelayanan lewat kanal 107. Di luar layanan itu, transportasi online tidak bisa beroperasional di Bandara Dhoho.
“Kendaraan online, kalau masuk ke bandara, tidak masuk ke 107 tidak bisa mendapatkan penumpang,” jelasnya.
Untuk diketahui, saat awal operasional bandara pada 2024 lalu, ada banyak moda transportasi darat yang melakukan pelayanan di Bandara Dhoho. Seperti Bluebird, Track, Gojek, Maxim, serta Harapan Jaya dan Damri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian