KEDIRI, JP Radar Kediri- Anggaran untuk pembangunan Gelora Daha Jayati (GDJ) Kediri dipastikan tidak akan berkurang.
Termasuk untuk 2026 nanti anggarannya akan tetap. Sehingga item pembangunan untuk tahun depan juga tak berubah.
Targetnya akhir 2027 stadion di Kecamatan Tarokan itu bisa difungsikan. Untuk diketahui, dana transfer untuk Kabupaten Kediri tahun ini sebesar Rp 2,31 triliun.
Sayangnya, pada tahun depan susut menjadi Rp 2,04 triliun saja. Untuk itu pemkab harus melakukan penyesuaian.
Setelah dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) terakit RAPBD oleh tim anggaran pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri, anggaran untuk pembangunan stadion yang berada di lereng Kelud itu tidak akan berkurang.
“Untuk 2026 nanti tidak ada perubahan sama sekali. Anggarannya tetap. Karena ini memang prioritas Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana),” jelas Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Adapun anggaran untuk 2026 nanti mencapai Rp sekitar Rp 59 miliar. Item pengerjaannya yakni atap seluruh zona serta site development.
Karena tidak ada pengurangan anggaran, item pembangunannya juga tidak ada perubahan.
“Targetnya Mas Bup kan 2027. 2027 akhir sudah bisa dipakai. Jadi makanya tidak ada pengurangan sama sekali. Tetap masuk ke program prioritasnya Bupati,” jelasnya.
Untuk diketahui, progres pembangunan tahap II hampir 100 persen. Menurut Irwan secara progres sudah mencapai 93 persen. Adapun kurangan 7 persen itu merupakan item kecil.
“Kurangnya tinggal pengecatan, pembersihan dan instalasi MEP,” imbuh Kabid Cipta Karya DPKP Kabupaten Kediri Joko Riyanto.
Seperti diberitakan, pembangunan Stadion GDJ semula akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akhirnya dilanjutkan oleh Pemkab Kediri.
Tahun ini Pemkab menganggarkan Rp 10 miliar untuk kelanjutan fisik. Rinciannya, Rp 9,6 miliar untuk fisik di zona A meliputi arsitektur dan tembok. Sisanya untuk review desain dan pengawasan.
Editor : Andhika Attar Anindita