Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPBD Kota Kediri Selamatkan Warga ‘Tenggelam’ di Sungai Brantas

Ayu Ismawati • Jumat, 28 November 2025 | 16:45 WIB

CEKATAN: Petugas BPBD Kota Kediri menyelamatkan korban tenggelam saat simulasi banjir di Sungai Brantas.
CEKATAN: Petugas BPBD Kota Kediri menyelamatkan korban tenggelam saat simulasi banjir di Sungai Brantas.
KEDIRI , JP Radar Kediri- Kelurahan Gayam dan Kelurahan Ngampel di Kecamatan Mojoroto dinyatakan sebagai wilayah dengan potensi bencana banjir di Kota Kediri. Hal itu terungkap dari hasil kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri. 

Simulasi pun dilakukan di Taman Brantas pada Kamis (27/11). Dalam simulasi itu, warga dari dua kelurahan tersebut dilibatkan agar lebih siap menghadapi potensi banjir di wilayahnya.

Baca Juga: Geliat Pasar Gombek Gringging Kediri dan Bisnis Thrifting di Tengah Larangan Impor Pakaian Bekas

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut perlunya adanya antisipasi bencana hidrometeorologi yang masih menjadi ancaman karena cuaca ekstrem. Apalagi, banyak kawasan padat penduduk yang berada di sekitar sungai. 

“Potensi bencana akibat curah hujan tinggi salah satunya adalah banjir,” ujarnya. Simulasi bencana banjir itu dilakukan oleh personel BPBD Kota Kediri bersama sejumlah elemen terkait. Mulai dari tenaga medis, TNI/Polri, relawan Search and Rescue (SAR), hingga masyarakat. 

Baca Juga: Pengamat Ekonomi di Kediri Sebut Larangan Impor Pakaian Bekas Tak Serta Merta Angkat Produk Lokal

Simulasi itu dilakukan dengan menyelamatkan warga yang terselamatkan karena banjir. Kemudian penyelamatan korban hayut. Hingga menangani korban luka maupun hilang kesadaran.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri Joko Arianto melibatkan 20 warga Kelurahan Gayam dan Ngampel dalam simulasi itu. berdasarkan kajian risiko bencana, wilayah di Kota Kediri yang paling rawan terjadi banjir berada di dua kelurahan itu serta sebagian di Kelurahan Mojoroto.

Baca Juga: Saiful, Bima, dan Faiz Satu Sel, Jalani Masa Pengenalan Lingkungan Selama Sebulan

“Ini kami praktikkan dengan warga Gayam dan Ngampel karena dua minggu kemarin juga terjadi hujan sebentar saja, tetapi Kelurahan Gayam sudah terdampak. Ada beberapa rumah yang kena menampung udara,” ungkapnya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diprediksi akan jatuh pada Januari mendatang. Namun, menyimpannya tetap harus diantisipasi. Terlebih lagi dengan potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kita terus antisipasi semuanya,” pungkas Joko.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#BPBD Kota Kediri #kecamatan mojoroto #kelurahan gayam #simulasi bencana #kelurahan ngampel #kota kediri