Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan Dinas PUPR Kota Kediri ketika Jembatan Lama Diduga Keropos

Ayu Ismawati • Jumat, 14 November 2025 | 20:58 WIB
UJI KEKUATAN: Petugas PUPR meneliti konstruksi Jembatan Lama yang sudah berusia 156 tahun.
UJI KEKUATAN: Petugas PUPR meneliti konstruksi Jembatan Lama yang sudah berusia 156 tahun.

KOTA, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri mengkaji kekuatan Jembatan Lama. Untuk mengetahui kadar korosi atau pengeroposan jembatan berusia 156 tahun itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri menggandeng akademisi untuk uji faktual. Termasuk uji struktur kaki jembatan yang seluruhnya terbuat dari baja itu.

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga I Made Dwi Permana mengatakan, ada beberapa pengujian yang akan dilakukan di Jembatan Lama. Mulai dari pengujian tanah hingga konstruksi jembatan.

“Termasuk juga pengujian terkait materialnya. Nanti kan ada pengujian untuk korosinya itu sudah berapa persen,” ungkap Made.

Dengan beberapa pengujian itu, nantinya akan diketahui kekuatan baja jembatan terkini. Hasil perhitungan uji korosi struktur jembatan juga akan jadi dasar kapasitas beban yang dapat ditanggung jembatan. 

“Jadi nanti dari itu (perhitungan uji korosi, Red) bisa dilakukan perhitungan dengan kekuatan bahan sekian persen yang masih tersisa dan dari hitungan konstruksi awal, jembatan masih bisa menanggung beban berapa,” lanjut Made.

Untuk diketahui, pengujian struktur jembatan kali pertama dilakukan tahun ini. Sejak Jembatan Brawijaya yang tepat berada di utaranya mulai dioperasikan, jembatan yang dibangun sejak masa kolonial Belanda itu hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengendara sepeda saja. Namun, karena material kayunya kerap terbakar, Pemkot Kediri mulai menutup akses kendaraan di Jembatan Lama.

Melalui kajian kekuataan struktur itu, nantinya akan ada beberapa rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti Pemkot Kediri. Salah satunya, apakah Jembatan Lama masih boleh dilintasi kendaraan atau tidak.

“Apakah masih boleh dilewati kendaraan atau hanya orang. Itu pun nanti kalau orang, berapa kira-kira jumlah orang yang boleh di atas jembatan. Nanti akan keluar rekomendasi seperti itu,” tuturnya.

Selebihnya, akan muncul rekom upaya perbaikan yang bisa dilakukan di Jembatan Lama. Perlakuan khusus juga menimbang jembatan yang terbuat dari struktur baja tua dan statusnya sebagai cagar budaya. 

“Kira-kira perbaikan atau perawatannya harus seperti apa. Nanti itu yang akan disampaikan oleh tim,” papar Made tentang kajian yang dilakukan oleh akademisi dari Universitas Brawijaya itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, tim peneliti tak hanya melakukan pengujian di lantai jembatan. Melainkan juga mengkaji struktur baja di kaki-kaki jembatan. Dengan bantuan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, para tim peneliti itu turun ke kaki jembatan untuk mengkaji struktur konstruksinya.

“Sebelumnya tim sudah menganalisa sejak awal Oktober. Untuk uji di lapangan setelah mereka melakukan analisa di awal ini baru dimulai hari ini (13/11),” tandas Made sembari menyebut uji faktual di lapangan butuh waktu selama dua hari. (*)

Editor : Mahfud
#jembatan lama #akademisi #Korosi #dinas pupr kota kediri