JP Radar Kediri-Puluhan ribu warga Kabupaten Kediri harus gigit jari. Mereka urung menerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Hal tersebut karena mereka tidak lolos verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri.
Untuk diketahui, sebelumnya ada 135.053 orang yang masuk daftar calon penerima BLTS. Ratusan ribu warga itu merupakan mereka yang masuk dalam desil 1 hingga 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam verifikasi yang dilakukan hingga Minggu (2/11) lalu, diketahui ada 23.397 orang yang dinyatakan tidak layak menerima BLTS.
“(Yang tidak lolos) sekitar 17 persen dari total yang diverifikasi,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto sembari menyebut keluarga penerima manfaat (KPM) yang diusulkan ke Kemensos mencapai 111.656 orang. Mereka merupakan gabungan penerima bantuan langsung tunai (BLT) reguler dan penerima baru.
Ari menegaskan, puluhan ribu orang itu gagal menerima BLTS karena beberapa sebab. Misalnya, setelah dicek ternyata KPM sudah meninggal. Namun namanya masih ada di DTSEN.
Ada pula yang setelah dicek ternyata KPM sudah pindah alamat. Sehingga saat dicek di alamat yang disebut, sudah tidak ditemukan. “Orangnya tidak ada. Nama itu di desanya tidak ada,” lanjutnya.
Selain itu, tidak sedikit pula KPM yang status ekonominya sudah berubah. Misalnya, ada keluarga yang masih satu KK dengan kerabat yang menjadi ASN, TNI, atau polri. “PNS, TNI, polri juga tidak boleh. Termasuk keluarga atau pensiunan,” papar Ari.
Untuk diketahui, setiap KPM direncanakan akan menerima Rp 900 ribu per orang. Jumlah itu merupakan alokasi BLTS bulan Oktober, November, dan Desember 2025. Pencairan dijadwalkan pada November ini atau dirapel.
Ari menegaskan, tujuan penyaluran BLTS untuk mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan ekonomi. Pada Senin (3/11) kemarin proses verifikasi untuk ratusan ribu KPM itu sudah selesai. Selanjutnya, dinas sosial tinggal menunggu validasi data dari Pusat.
Terkait jadwal penyaluran, Ari mengaku masih menunggu jadwal dari pusat. Demikian pula dengan teknis penyaluran untuk warga yang tersebar di 343 desa di Kabupaten Kediri itu.
jika di Kota Kediri penyaluran bisa dilakukan lewat rekening dan kantor pos, di Kabupaten Kediri dimungkinkan berbeda. Sebab, wilayahnya lebih luas. “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, opsinya mungkin ada titik-titik tertentu untuk mengambil. Di titik-titik itu nanti ada petugas yang menyalurkan,” paparnya.
Terpisah, Dwi, warga Kecamatan Tarokan yang merupakan penerima bansos reguler mengaku pihaknya didatangi petugas untuk dilakukan verifikasi data. Walau demikian, hingga kemarin belum ada pencairan. “Ini masih menunggu,” jelas Dwi yang biasa menerima bantuan sosial lewat rekening itu.
Mekanisme Pencairan BLTS:
- Total ada 053 orang yang diverifikasi sebagai calon penerima BLTS karena namanya masuk ke dalam desil 1-4 DTSEN.
- Setelah dilakukan verifikasi, ada 397 orang yang dinyatakan tidak layak dan tidak lolos verifikasi.
- Sebanyak 111.656 KPM yang lolos masih diajukan ke Pusat untuk divalidasi.
- Jadwal pencairan yang diperkirakan November ini masih menunggu pemberitahuan dari Kemensos.
Editor : Mahfud