Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Dilakukan Umat Hindu di Kediri Melihat Kondisi Bangsa, Pertama Kali sejak Erupsi Gunung Kelud

Ayu Ismawati • Senin, 8 September 2025 | 14:53 WIB

 

DEMI BANGSA: Umat Hindu dari semua kalangan dan usia, termasuk anak-anak, mengikuti pemanjatan doa Shanti Puja di sela sembahyang Saraswati di Pura Penataran Agung Kilisuci kemarin.
DEMI BANGSA: Umat Hindu dari semua kalangan dan usia, termasuk anak-anak, mengikuti pemanjatan doa Shanti Puja di sela sembahyang Saraswati di Pura Penataran Agung Kilisuci kemarin.

JP Radar Kediri- Kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu menrenyuhkan hati banyak kalangan. Tak terkecuali umat Hindu di Kota Kediri. Mereka pun memanjatkan doa Shanti Puja. Berharap Kota Kediri, dan Indonesia, kembali damai sejahtera.

Doa Shanti Puja tersebut dipanjatkan di sela-sela sembahyang Saraswati. Pura Penataran Agung Kilisuci di kompleks Gua Selomangleng, Kota Kediri. Diikuti ratusan umat Hindu dari seluruh pelosok Kota Kediri.

Rangkaian ibadah tersebut berlangsung mulai pukul 07.00. Diawali dengan prosesi Melukat atau penyucian diri. Kemudian dilanjutkan dengan sembahyang dan pelantunan Shanti Puja atau doa kebangsaan, hingga pukul 09.30. 

Sedikitnya, ada 200 umat Hindu yang hadir. Mereka dari berbagai rentang usia. Semuanya larut dan khusyuk dalam peribadatan tersebut.

“Hari ini juga bertepatan dengan Banyu Pinaruh, yaitu sehari setelah Hari Raya Saraswati,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kediri Ni Made Susilawati. 

Shanti Puja atau doa kebangsaan disisipkan di upacara tersebut menyusul kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah. Termasuk Kota Kediri yang juga terdampak aksi kerusuhan. Hingga menyebabkan situasi daerah tidak kondusif selama beberapa hari terakhir.

“Doa kebangsaan ini untuk mendoakan negeri ini supaya damai. Melihat situasi dan kondisi terakhir ini ada gejolak di masyarakat. Kami sebagai umat Hindu walaupun minoritas, merasa bertanggung jawab untuk mendoakan negeri ini,” beber Ni Made. 

Menurutnya, menjaga kedamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat.

Lebih jauh, menurutnya, ritual itu juga untuk mengingatkan umat akan filosofi ahimsa yang diajarkan pada agama Hindu. Bahwa setiap manusia tidak menyakiti, tidak membunuh, serta menyampaikan gagasan dengan cara yang baik. 

“Walaupun kita protes, usul, tapi dilakukan dengan cara yang baik. Jadi kami umat Hindu betul-betul melaksanakan ahimsa. Yaitu tidak melakukan kejahatan maupun pembunuhan terhadap orang lain,” tandasnya. 

Dengan situasi saat ini, dia berharap bangsa ini selalu diberikan kedamaian. Pun umat yang diajak sama-sama menjaga wilayah. Dalam hal ini Kota Kediri yang harus sama-sama dijaga dari ancaman kerusuhan dan perpecahan. 

Adapun ritual Shanti Puja oleh umat Hindu itu juga mulai banyak digelar di berbagai daerah di Indonesia. Made mengatakan, di Kota Kediri, ritual serupa pernah dilakukan saat peristiwa erupsi Gunung Kelud pada 2014 silam. Saat itu, umat juga memohon keselamatan dan kedamaian negara di tengah situasi bencana alam tersebut.

“Jadi karena ada situasi-situasi yang mencekam negara, kami ikut ambil bagian untuk berdoa bersama,” pungkas Made.(*)

Editor : Mahfud
#umat hindu #Saraswati