JP Radar Kediri- Ribuan pelajar Kota Kediri kembali mengikuti pembelajaran tatap muka kemarin (2/9). Setelah sempat menggelar pembelajaran daring pada Senin (1/9) lalu, pemkot memutuskan mengembalikan ke pertemuan tatap muka. Hal tersebut tak lepas dari situasi Kota Kediri yang dinilai kembali kondusif.
“Alhamdulillah Kota Kediri mulai kondusif, makanya sekolah juga sudah masuk lagi (tatap muka),” kata Vinanda sembari menyebut dirinya mengintensifkan komunikasi dengan TNI dan Polri untuk memantau situasi terkini.
Meski situasi sudah kondusif, orang nomor satu di Pemkot Kediri itu mengingatkan ASN dan masyarakat untuk mengawasi anak-anaknya. Yakni, agar mereka tidak keluar rumah di malam hari. “Kalau bisa pukul 20.00 sudah berada di rumah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Vinanda terkait upaya mencegah agar mereka tidak menjadi pelaku atau korban kerusuhan.
Imbauan itu menurutnya dikeluarkan karena tidak sedikit pelajar SMP dan SMA yang terlibat dalam aksi penjarahan. Perbuatan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Karena itu pula, para orang tua diminta meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Terutama saat mereka harus keluar malam. “Kalau keluar malam untuk kepentingan positif tidak jadi masalah. Yang penting anak-anak harus diawasi,” pinta perempuan berusia 27 tahun itu.
Untuk diketahui, hingga Senin (1/9) malam lalu, sejumlah objek vital seperti Pemkot Kediri serta Polres Kediri Kota dan jajaran masih dijaga personel polisi dan TNI. Lampu di mako Satlantas Polres Kediri Kota bahkan tetap dimatikan seperti pada Minggu (31/8) malam lalu, mengantisipasi terjadinya aksi kericuhan seperti Sabtu (30/9) malam.
Dalam apel pagi kemarin, ratusan ASN Pemkot Kediri juga masih memakai baju bebas seperti Senin (1/9) lalu. Mereka tidak menggunakan seragam PNS berwarna khaki yang merupakan pakaian dinas harian.
Di depan para pegawai, Vinanda menegaskan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal. “Memang aksi demonstrasi kemarin membuat fasilitas dan bangunan rusak, tapi saya mengajak semua untuk tetap bekerja secara profesional,” terang wali kota muda itu.
Para ASN, lanjut Vinanda, harus bisa ikut menenangkan masyarakat. Caranya, dengan tidak menyebar informasi hoaks. Banyaknya kabar bohong di internet, menurutnya memicu ketakutan masyarakat. Dia menegaskan pemerintah daerah berusaha menjaga keamanan Kota Kediri dengan beberapa cara.
Selain penjagaan aset vital, polisi dan TNI juga menggelar patroli secara rutin. Bahkan, para pegawai di organisasi perangkat daerah (OPD) juga ikut berjaga di kantor mereka masing-masing. “Kota Kediri aman. Masyarakat bisa leluasa beraktivitas. UMKM bisa jualan lagi dengan tenang,” paparnya.
Seperti diberitakan, Dinas Pendidikan Kota Kediri mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 400.3.5/2148/419.109/2025. Di sana disebutkan, pelaksanaan pembelajaran di jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Kediri akan berlangsung daring atau online. Terhitung pada 1 - 4 September. Edaran serupa juga dikeluarkan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri untuk jenjang SMA/SMK. Namun, mulai kemarin SE dicabut dan pembelajaran kembali tatap muka.(*)
Editor : Mahfud