JP RADAR KEDIRI- Gedung Kesenian dan Museum Kabupaten Kediri yang terletak di Jalan Totok Kerot, Menang, menjadi lokasi untuk pameran budaya. Kegiatan ini sebagai bagian dari pra-peluncuran museum yang masih dalam proses pembangunan.
Dengan desain yang modern dan nyaman, gedung museum diharapkan dapat menjadi pusat baru untuk pelestarian dan edukasi budaya di Kabupaten Kediri.
Pameran yang saat ini (18/6) sudah memasuki hari kedua pelaksanaannya menjadi langkah awal untuk memperkenalkan peran museum kepada masyarakat.
Meskipun bagian fisik seperti gerbang utama dan fasilitas pendukung masih dalam tahap penyempurnaan.
Pameran menampilkan ragam warisan budaya dari berbagai zaman, khususnya peninggalan masa Hindu.
Beberapa koleksi penting yang dipamerkan meliputi prasasti kuno beraksara Jawa, arca Dewa Siwa, yoni simbol kesuburan, hingga lumpang batu yang digunakan untuk menumbuk padi dalam tradisi pemujaan Dewi Sri.
Tersedia pula peta persebaran situs budaya, miniatur rumah adat, kaki tiang bangunan tradisional, dan dokumentasi visual pabrik-pabrik gula yang tersebar di Kediri pada masa kolonial.
Pameran ini menampilkan berbagai warisan budaya dari berbagai zaman, terutama peninggalan dari era Hindu.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat peta sebaran situs cagar budaya di Kabupaten Kediri, foto-foto pabrik gula dari masa kolonial seperti Pabrik gula Ngadirejo, serta miniatur rumah tradisional dan artefak arkeologi seperti kaki tiang bangunan.
Pameran ini juga menampilkan aspek kontemporer dari budaya Kediri. Terdapat topeng, wayang, batik bermotif Panji yang menjadi maskot khas, serta karya seni dari komunitas film dan budaya setempat.
Tidak hanya itu, desa wisata, komunitas sejarah dan budaya, serta juga ikut pameran.
Selain itu juga digelar talkshow kebudayaan seperti komunitas film kediri dan bincang budaya ngaji reco kajian koleksi
"Pembangunan gedung dimulai pada tahun 2022 dan secara struktur telah selesai pada 2023. Namun, penyempurnaan fasilitas seperti gerbang utama dan area publik masih dalam proses. Pameran ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan peran museum kepada masyarakat, sambil menunggu kebijakan resmi dari Dinas Pariwisata terkait peluncuran resminya," ujar Lipung, juru bicara sekaligus kurator pameran.
Editor : Jauhar Yohanis