Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pencarian Korban Banjir Mojo Kediri Masih Berlangsung, Mas Dhito Doakan Mbah Tekad Segera Ditemukan

Sri Utami • Kamis, 22 Mei 2025 | 04:28 WIB
Lokasi bencana longsor dan banjir di Mojo Kediri.
Lokasi bencana longsor dan banjir di Mojo Kediri.

JP Radar Kediri – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat (16/5/2025), masih menyisakan kesedihan mendalam.

Salah satu warga Desa Blimbing, Mbah Tekad (70), dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir dan hingga kini masih dalam pencarian.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan harapannya agar proses pencarian membuahkan hasil secepat mungkin.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa (20/5/2025), ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan korban.

"Tak lupa kita umbulkan doa terbaik agar Mbah Tekad, korban yang hilang di Desa Blimbing, bisa segera ditemukan," tulis Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu.

Baca Juga: Jasad Karmuji Warga Ngadi Mojo yang Tenggelam di Sungai Brantas Kediri Ditemukan di Mojokerto

Banjir dan longsor yang melanda lereng Pegunungan Wilis tersebut tidak hanya menyebabkan satu orang hilang, tapi juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, sebanyak 24 rumah di Desa Petungroto mengalami kerusakan akibat longsor. Di Desa Pamongan, dua rumah juga rusak, sementara akses jalan di Desa Ngetrep tertutup material longsor.

Di Desa Blimbing, selain dua rumah rusak karena banjir, korban Mbah Tekad juga dinyatakan hilang terseret arus.

Mengantisipasi bencana susulan, Mas Dhito menginstruksikan evakuasi bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak ke lokasi yang lebih aman.

Ia juga mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor dan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.

Baca Juga: Dua Warga Mojo Kediri Hanyut Belum Ditemukan, Tim Sar Perluas Area Pencarian Orang Hanyut

"Kepada saudara kami yang terdampak, doa terbaik kami panjatkan. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Mari tingkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah rawan bencana," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stevanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa pencarian Mbah Tekad akan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu selama tujuh hari hingga Jumat (23/5/2025).

Proses pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar aliran Sungai Bruni dekat rumah korban, tetapi telah meluas hingga ke Sungai Brantas. Tim penyisir juga menjangkau wilayah Bendungan Waru Turi.

"Karena waktu sudah cukup lama dan melihat kondisi banjir bandang, ada kemungkinan korban sudah terbawa hingga ke Brantas. Semoga segera ditemukan," jelas Djoko.

Baca Juga: Warga Desa Blimbing Panik, Sungai Bruni di Mojo Kediri Meluap Lagi

Dari informasi yang dihimpun, saat kejadian Mbah Tekad berada di dapur rumahnya yang letaknya sangat dekat dengan tikungan sungai.

Hujan deras membuat air sungai meluap dan menghantam dapur, hingga tubuh korban ikut terbawa arus.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bencana banjir #berita kediri #bencana longsor #mojo kediri