Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Warga Mojo Kediri Hanyut Belum Ditemukan, Tim Sar Perluas Area Pencarian Orang Hanyut

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 20 Mei 2025 | 21:56 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Proses pencarian dua orang yang hanyut usai longsor di wilayah Kecamatan Mojo masih berlanjut. Hingga kemarin petugas belum menemukan tubuh kedua korban tersebut.

Sebelumnya, dua orang hanyut di waktu terpisah. Pertama adalah Tekat, 70, warga Desa Blimbing, Kecamatan Mojo yang terseret luapan Sungai Bruni pada Jumat (16/5). Sedangkan satu orang lagi adalah Karmuji, 55, warga Desa Ngadi yang tercebur ketika hendak menaiki perahu penyeberangan.

Upaya pencarian juga terus dilakukan. Bahkan Basarnas Pos SAR Trenggalek dan BPBD Kabupaten Kediri memperluas area pencarian. Dibantu para relawan mereka menggunakan tiga perahu karet. Menyusuri Sungai Brantas mencari para korban.

“Untuk korban laka air di Desa Blimbing, kami lakukan pencarian hingga Jembatan Wijaya Kusuma,” jelas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Stefanus Djoko Sukrisno.

Menurut Djoko, tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 50-an orang dibagi menjadi dua tim. Masing-masing mencari dua korban yang hilang di dua lokasi berbeda.

Untuk pencarian Tekat, menurut Djoko, pada Minggu (18/5) lalu, tim melakukan pencarian hanya di seputar Desa Blimbing. Hari ini pencariannya diperluas. Hingga ke arah hilir yang berada di Sungai Brantas.

“Disisir secara perlahan agar ketemu,” jelasnya.

Adapun tim yang lainnya, melakukan pencarian di Sungai Brantas. Dengan menggunakan dua perahu karet milik Basarnas. Juga satu perahu karet dari relawan.

Tim yang melakukan pencarian di Sungai Brantas, menurut Djoko, selain melakukan pencarian Tekat, juga difungsikan untuk mencari Karmuji.

“Karena Sungai Bruni ini arahnya juga di Sungai Brantas, jadi Bu Tekat ini kemungkinannya juga arahnya ke sana. Jadi selain mencari Karmuji yang hilang di Tambangan Ngadi, juga sekalian mencari yang Bu Tekat,” jelasnya.

Djoko mengatakan, bahwa dalam pencarian kemarin, hingga sore hari dua korban belum ditemukan. Dalam proses pencarian, tim terkendala cuaca. Proses pencarian juga harus dihentikan saat terjadi hujan.

“Iya, sore ini tadi (kemarin, Red) kami hentikan karena terjadi hujan,” jelasnya.

Seperti diberitakan, pada Jumat lalu, Sungai Bruni yang meluap menghanyutkan Tekat beserta sembilan kambing ternaknya. Berikutnya, pada Minggu lalu, Karmuji lansia yang berdomisili di Desa Ngadi tercebur di Sungai Brantas saat hendak naik di perahu penyebrangan di Ngadi, Mojo.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bencana banjir #pencarian orang hilang #berita kediri hari ini #bencana longsor